Waspada! Anak Dapat Depresi Saat Ikuti PTM, Berikut Tandanya!

Pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas sudah mulai dilakukan sejak bulan Januari silam meski di tengah pandemi COVID-19. Kondisi ini membuat masyarakat menjadi dilematis khususnya bagi wali murid. Pasalnya kasus positif COVID-19 varian Omicron terus meningkat. Namun juga dibarengi adanya kebutuhan pembelajaran secara langsung bersama para guru. Kekhawatiran ini timbul karena takut anaknya terpapar virus corona selama melakukan PTM terbatas.

Untuk itu perlu adanya persiapan yang matang, baik secara fisik agar daya tubuh anak tetap fit maupun persiapan secara mental. Maka tidak heran jika anak juga memerlukan adanya adaptasi ketika melakukan PTM tersebut.

Kepala Program Studi Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Natalia Dewi Wardani mengatakan bahwa anak dan orang tua mengalami kekhawatiran perihal PTM dikarenakan tingkat kepatuhan anak usia dibawah 11 tahun terhadap protokol kesehatan masih di bawah 100%. Perlu adanya komunikasi antara anak, guru, dan pihak sekolah yang lebih intens agar anak merasa aman. Karena masih banyak ditemukan anak yang memiliki karakteristik berbeda.

Beberapa anak merasa senang bertemu dengan teman sebaya dan gurunya. Namun juga ada yang membutuhkan penyesuaian diri dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah masing-masing. Adaptasi ini tentunya juga akan mempengaruhi proses pembelajaran. Sehingga bimbingan dari lingkungan sekolah, guru, dan orang tua sangat diperlukan agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan lancar.

Lebih lanjut, Natalia menambahkan ada beberapa tanda depresi pada anak-anak saat PTM dimulai, yakni:

1. Anak-anak akan menarik diri dari lingkungan sosialnya

2. Ada gangguan terhadap makanannya atau kecemasan tentang makan

3. Anak menunjukkan keadaan stres dan keluhan fisik misalnya sakit perut

4. Anak akan terlihat menjadi tegang atau ketakutan di lingkungan sosial.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.