UTBK-SBMPTN Gelombang Dua Bakal Lebih Kompleks

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) tahap pertama sudah selesai digelar. Meski begitu, Plt. Dirjen Dikti, Kemendikbud, Nizam mengaku pihaknya merasa belum puas. Sebab masih masih harus melihat tingkat kehadiran di UTBK-SBMPTN tahap kedua pada 20-29 Juli 2020.
.
Nizam mengatakan, tahap kedua ini akan lebih kompleks. Sehingga panitia UTBK-SBMPTN masih harus bekerja lebih keras dan tak boleh terlena dengan keberhasilan pada pelaksanaan tahap pertama. Karena di penyelenggaraannya mungkin bisa lebih (tersebar) banyak tempatnya
.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih menyebut, ada beberapa hal yang membuat tahap kedua terlihat lebih rumit. Salah satunya untuk merealokasi siswa sakit di tahap satu untuk ikut tes di tahap kedua.
.
Untuk bisa ikut di UTBK tahap kedua, peserta dari tahap pertama itu nantinya harus datang kembali ke pusat UTBK dalam kondisi sehat. Baik dengan membawa hasil rapid test, atau hasil uji swab, ataupun minimal memiliki suhu di bawah 37,5 derajat celcius.
.
Golongan peserta yang sakit dan tak mendapat izin itu nantinya akan bergabung dengan peserta yang memang terdaftar di tahap ke dua. Tahap ke dua ini, menjadi akhir dari tes dari pelaksanaan UTBK. Pihaknya tak lagi menggelar tahap cadangan mengingat waktu yang semakin mepet dengan pelaksanaan Ujian Mandiri.
.
Pelaksana Eksekutif LTMPT, Budi Prasetyo menambahkan, uang pendaftaran peserta UTBK-SBMPTN yang statusnya digagalkan karena sakit hingga tahap kedua ini akan dikembalikan. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang kembali tak mendapat izin di tahap kedua dari gugus tugas covid-19.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.