UNAIR Siap Dampingi Penyintas, Demi Mewujudkan Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Setelah adanya Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPPKS), kini banyak perguruan tinggi yang sudah membuat langkah nyata untuk melindungi korban kekerasan seksual.

Penanganan yang fokus terhadap korban ini dinilai penting karena selama ini masih banyak penyintas yang enggan untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Baik karena adanya tekanan oleh lingkungan sekitar bahkan hingga ancaman dari perilaku yang memiliki kekuasaan lebih tinggi.

Hal ini juga turut dilakukan oleh Universitas Airlangga melalui adanya Help Center. Berdasarkan penjelasan dari ketua Help Center Unair Liestianingsih D. Dayanti, bagi penyintas dapat menghubungi Help Center Unair langsung sebagai lembaga pendamping melalui akun Instagram @help_centerunair, telepon WhatsApp di 081615507016 atau bisa mendatangi kantor administrasi yang terletak di gedung Student Center lantai satu, kampus C UNAIR Surabaya.

Lebih lanjut, Liestianingsih mengatakan bahwa penyintas dapat menceritakan kejadian yang terjadi kepada tim dengan juga membawa bukti-bukti pendukung sekalipun jika kejadiannya sudah lama. Setelah laporan diterima, tindakan selanjutnya yaitu akan diberikan konselor yang mendampingi penyintas untuk memastikan kesehatan mental penyintas dalam kondisi baik. Bahkan jika diperlukan akan dirujuk ke psikolog, rumah shelter, ataupun tempat pelayanan media lainnya.

Tidak hanya itu, Help Center Unair juga memfasilitasi adanya perlindungan bagi identitas penyintas, sehingga tidak perlu adanya ketakutan jika identitasnya terbongkar saat melaporkan pelaku. Tambah Liestianingsih juga mengatakan bahwa Help Center ini menjunjung tinggi kode etik konselor sehingga identitas pelapor tidak akan terbongkar. Bahkan Help Center juga memfasilitasi jika ingin memberitahu keluarga yang bersangkutan.

Adanya Help Center ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan secara optimal oleh para mahasiswa atau mungkin melalui temannya untuk dapat membantu melaporkan kepada tim tersebut. Sehingga dapat menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, serta bebas dari kekerasan seksual.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.