Siswa Menunggak SPP, KPAI Ingatkan Sekolah Untuk Bersifat Bijak

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima delapan kasus pengaduan terkait masalah tunggakan SPP di tujuh sekolah swasta yang terdiri dari jenjang  SD hingga SMA/SMK. Pengaduan berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengingatkan sekolah swasta tersebut untuk bersikap bijak, terutama pada masa pandemi Covid-19.

Adapun masalah yang diadukan terkait SPP adalah meminta keringanan besaran uang SPP karena terdampak pandemi Covid-19.

Dilain sisi, sekolah juga terdapat pengeluaran rutin yang harus diselesaikan, sehingga apabila tidak diselesaikan akan berdampak pada sekolah tersebut.

Retno mengatakan, beberapa pengaduan lain yang ia terima dari orang tua siswa apabila tidak melunaskan uang SPP, anaknya akan dikeluarkan dari sekolah.

Lanjutnya, padahal orang tua siswa tidak mampu membayar tunggakan tersebut karena terdampak ekonomi dari pandemi Covid-19, kecuali diberi keringanan dan dapat dicicil. Hal seperti inilah yang tidak diinginkan oleh semua pihak.

Adapun besaran SPP di sekolah tersebut berkisar Rp 1.080.000 sampai Rp 1.250.000 per bulan. 

Ia juga mengatakan, membayar SPP adalah kewajiban orangtua, kewajiban anak adalah belajar, jadi pihak sekolah jangan memberi sanksi ke anak apabila ada tunggakan SPP.

Terakhir Retno melanjutkan, mayoritas pengaduan tersebut telah diselesaikan melalui jalur mediasi, sehingga pemenuhan hak anak atas pendidikan tetap dapat dijamin. 

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.