ITB Dan UNPAD Kurangi Kuota SNMPTN 2020, Jalur Mandiri Ditambah

masukkampus

Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) sama-sama mengurangi daya tampung mahasiswa barunya di jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2020. Mereka justru menambah jatah kursi untuk jalur Seleksi Mandiri 10 hingga 15 persen.
.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Arief S. Kartasasmita, mengungkap komposisi daya tampung penerimaan mahasiswa baru 2020 di kampus itu. Penerimaan dari jalur SNMPTN–yang mensyaratkan pemeringkatan berdasarkan prestasi di sekolah–paling sedikit yakni hanya 20 persen.
.
Sisanya dibagi rata, 40 persen dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan 40 persen lewat jalur seleksi mandiri. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberi keleluasan PTNBH untuk seleksi mandiri (daya tampungnya) sampai 50 persen.
.
Komposisi daya tampung itu berubah dari tahun sebelumnya. Pada 2019, Unpad mengalokasikan 25 persen untuk peserta yang lolos SNMPTN, kemudian 50 persen dari jalur SBMPTN, dan 25 persen dari jalur seleksi mandiri.
.
ITB juga mengubah komposisi daya tampung mahasiswa barunya pada tahun ini. Dari laman ITB tertera kuota untuk masing-masing jalur seleksi adalah SNMPTN 35 persen, SBMPTN 35 persen, dan seleksi mandiri 30 persen. Sebelumnya, pada 2019, komposisi daya tampung ITB yaitu SNMPTN 40 persen, SBMPTN 40 persen, dan seleksi mandiri 20 persen.
.
Seleksi Mandiri ITB, disebutkan di laman itu, bertujuan memberi kesempatan ketiga bagi siswa yang tidak diterima SNMPTN dan SBMPTN dengan mempertimbangkan kesempatan yang berimbang dan adil bagi siswa Indonesia.
.
PTNBH adalah status perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Unpad, menurut Arief, masih menahan diri menambah kuota di jalur mandiri yang berbayar ke angka maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Rarasmaya Mahasiswa ITS Raih Gelar Doktor Di Usia 24 Tahun

Rarasmaya Indraswari, mahasiswa program doktor Ilmu Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih gelar doktor di usia 24 tahun berkat sistem deteksi Osteoporosis..Melalui disertasi berjudul Sistem Deteksi Osteoporosis Berdasarkan Fitur Cortical Bone Rahang Bawah pada Cone-Beam Computed Tomography (CBCT), perempuan yang akrab disapa Raras ini dinyatakan lulus dalam Sidang Promosi […]

Subscribe US Now