FSGI Menilai Program Kampus Mengajar Nadiem Salah Sasaran

masukkampus

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai program Kampus Mengajar salah sasaran jika ditujukan bagi sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Fahrizal Martha Tanjung mengatakan bantuan tenaga pendidik dari mahasiswa bukan solusi, melainkan akses internet.

Sebagai informasi, Kampus Mengajar merupakan program dari Kampus Merdeka yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program itu melibatkan mahasiswa untuk diminta mengajar siswa SD di daerah 3T selama satu semester.

Ia menilai keinginan tersebut adalah naif dan strategi yang dipilih juga tidak sesuai dengan kebutuhan di daerah 3T. Lanjutnya kendala sekolah di sana ada pada keterbatasan jaringan internet dan kepemilikan gawai untuk belajar daring.

Fahriza berpendapat program Kampus Mengajar justru lebih tepat jika dilakukan di model pembelajaran daring dengan metode yang masih terbatas. Ia mengatakan banyak sekolah yang hanya bisa belajar dengan metode WhatsApp selama pandemi.

Terakhir ia menjelaskan seorang guru bisa dinyatakan siap mengajar dibutuhkan waktu dan persiapan yang matang. Mulai dari mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), latihan praktik mengajar, sampai disertifikasi. Belum lagi pelatihan berkala setelah menjadi pengajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Catat! Ini Dia Program Studi Baru di UI Tahun 2021

Universitas Indonesia membuka 14 Program Studi Baru pada Penerimaan Mahasiswa Baru UI Tahun 2021 untuk Program Pendidikan Vokasi (D4) dan Sarjana (S1) Paralel. Sebagai informasi, untuk program paralel tidak ada persyaratan batasan usia untuk mendaftarkan diri. Berbeda halnya dengan program reguler, yang mana maksimal lulusan 3 tahun terakhir bisa mendaftarkan […]

Subscribe US Now