Didukung Epidemiolog, Mayoritas Mahasiswa dan Dosen UI Tak Ingin Belajar Tatap Muka

masukkampus

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, mendukung sikap civitas akademika Universitas Indonesia yang tak ingin belajar tatap muka Menurutnya, pembelajaran bagi anak di atas 18 tahun tak sepenuhnya tatap muka.

Melansir dari tempo.co, Dicky mengatakan, vaksinasi Covid-19 bukan satu-satunya syarat yang harus dipenuhi. Pihak kampus juga perlu memperhatikan kesiapan infrastruktur untuk diterapkan belajar tatap muka. Hal ini mengingat civitas universitas, mulai dari mahasiswa hingga staf bisa berasal dari beragam daerah.

Untuk itu, Dicky menilai, perlu ada persiapan lebih detail dalam menjalankan belajar tatap muka di universitas ketimbang sekolah. Ia mencontohkan di universitas lain, sekolah yang didahulukan untuk belajar tatap muka dibandingkan universitas.

Perlu kamu ketahui, mayoritas dosen dan mahasiswa Universitas Indonesia tidak lagi menginginkan belajar tatap muka secara penuh setelah setahun belajar daring. Hal itu terungkap dalam hasil survei kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di lingkungan UI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mahasiswa dan Dosen UI Pilih Blended Learning, Epidemiolog : Wajar, Penanganan Pandemi Tidak Pernah Beres

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono melihat sikap mahasiswa dan dosen di kampusnya yang belum mau memulai belajar tatap muka adalah suatu kewajaran. Melansir dari tempo.co, Tri Yunis mengatakan penanganan pandemi di Indonesia tidak pernah beres, oleh karena itu ia mendukung langkah civitas akademika UI terkait belum maunya […]

Subscribe US Now