Dapat Insentif! Ini Dia Keutungan Mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

masukkampus 1

Program pertukaran mahasiswa merdeka adalah program pertukaran mahasiswa selama satu semester dari satu klaster daerah ke klaster daerah lainnya yang memberikan pengalaman dan sistem alih kredit sebanyak 20 sks.

Mahasiswa yang tertarik mengikuti program ini masih ada kesempatan, karena pendaftaran diperpanjang hingga 2 Juli 2021.

Selain mendapatkan konversi 20 SKS, setiap mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan uang insentif.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam mengatakan melalui program ini, para mahasiswa bisa merasakan belajar di universitas lain.

Melansir laman Kemendikbud, berikut keuntungan dan rincian bantuan pembiayaan yang mahasiswa dapatkan selama ikut program pertukaran mahasiswa merdeka :

• Bantuan biaya transportasi tiket pesawat (kelas ekonomi) dan kereta (maksimum kelas eksekutif) dari lokasi perguruan tinggi pengirim ke perguruan tinggi penerima pulang-pergi (at cost).
• Bantuan biaya rapid antigen sebanyak 2 kali (pergi dan pulang), sebesar Rp 250.000 untuk satu kali perjalanan yang membutuhkan hasil tes rapid antigen (at cost).
• Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 2,4 juta dengan ketentuan: jika biaya UKT melebihi Rp 2,4 juta maka yang dibayarkan hanya sebesar Rp2, 4 juta. Jika biaya UKT di bawah Rp 2,4 juta maka biaya yang dibayarkan sebesar biaya UKT mahasiswa yang bersangkutan.
• Bantuan biaya hidup selama 4 bulan efektif kegiatan, diberikan Rp 700.000 per mahasiswa per bulan.
• Bantuan biaya pulsa untuk mahasiswa sebesar Rp 800.000 selama satu semester (akan diberikan jika bantuan kebijakan kuota internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak diberikan).
• Bantuan biaya akomodasi selama 4 bulan efektif kegiatan, diberikan Rp 500.000 per mahasiswa per bulan.

One thought on “Dapat Insentif! Ini Dia Keutungan Mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kasus Covid-19 Melonjak, Sekolah di Zona Merah Harus Daring Kembali

Kasus Covid-19 kembali melonjak di Indonesia. Pemerintah mengambil keputusan untuk memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang selama 15-28 Juli 2021 di 34 provinsi di Indonesia. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, sekolah yang berada di zona merah atau risiko tinggi Covid-19 dilarang menggelar pembelajaran […]

Subscribe US Now