BEM UNRI Bantah Adanya Politisasi Terkait Dugaan Kasus Pelecehan Seksual

masukkampus

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri), Syafri Harto dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi berinisial L.

Namun, Syafri Harto membantah melakukan perbuatan tak senonoh itu.

Ia justru menyebut ada aktor intelektual di balik korban curhat di media sosial melalui akun Instagram @komahi_ur hingga melapor balik ke Polresta Pekanbaru. Pihaknya juga menyebutkan, persoalan ini berkaitan dengan pemilihan Rektor Unri 2022 mendatang.

Tudingan dari Syafri Harto ditepis oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unri, Kaharuddin. Ia sangat menyayangkan pernyataan Syafri Harto yang menyebutkan kasus dugaan pelecehan seksual itu dipolitisasi.

“Ini sama sekali tidak ada aktor intelektual atau dipolitisasi. Itu alibi dia (terduga pelaku) saja. Kami tidak melihat pelaku calon rektor, dosen atau pun dekan. Tapi, kami fokus sama kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus,” jelas Kaharuddin.

Kaharuddin juga mengaku, sudah bertemu dengan ibu dan tante korban. Mereka meminta kasus ini diusut tuntas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

80 Persen Mahasiswa Lulusan Indonesia Tidak Bekerja Sesuai Prodi

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengungkapkan mayoritas mahasiswa di Indonesia tidak bekerja sesuai dengan jurusan kuliah atau program studi (prodi) yang dijalaninya. Menurut data yang dihimpunnya, hanya sekitar 20 persen mahasiswa bekerja sesuai dengan prodi yang diambil. Maka dari itu, dalam kesempatan kunjungannya ke USU, Nadiem menggencarkan program Merdeka Belajar, yang bertujuan […]

Subscribe US Now