Sekolah Tatap Muka Mulai Diberlakukan, Siswa Dilarang Naik Ojol

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang siswa-siswi kelas IX SMP menggunakan angkutan umum untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka di sekolah.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan orang tua murid maupun keluarga dekat wajib mengantar-jemput anaknya yang hendak mengikuti Pembelajaran Tatap Muka dengan tujuan untuk mengurangi kontak fisik murid dengan orang asing.

Ia menerangkan, akan lebih mudah melacak jika nantinya terjadi kasus Covid-19 baru terkait guru maupun murid yang mengikuti i Pembelajaran Tatap Muka. Lain halnya jika murid-murid dibolehkan menggunakan kendaraan umum. Aturan tersebut akan terus diberlakukan selama maupun pasca-pandemi.

Selain larangan menggunakan kendaraan umum maupun ojek online, Pemkot juga menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan selama kegiatan belajar mengajar. Murid dan guru diharuskan menggunakan masker dan face shield selama di sekolah. Posisi duduk pun diatur dengan jarak minimal 1,5 meter.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati menambahkan semua sekolah telah menyusun standard operational procedure (SOP) untuk i Pembelajaran Tatap Muka.

Sebelumnya, Pemkot Solo telah melakukan rapid test kepada murid-murid kelas IX SMP calon peserta PTM. Rapid test dilaksanakan di tiga sekolah yang siap melangsungkan i Pembelajaran Tatap Muka.

Terakhir, Kepala SMP 4 Solo, Sri Wuryanti menambahkan selain larangan menggunakan kendaraan umum, murid juga tidak boleh berangkat maupun pulang sekolah berjalan kaki tanpa didampingi orang dewasa.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.