Sekolah Tatap Muka Baru Dibuka, Puluhan Pelajar Positif Covid-19

Keputusan pemerintah untuk membuka pembelajaran tatap muka Januari 2021 kembali menuai pro dan kontra. Pasalnya sebanyak 36 pelajar SMP di Kota Surabaya, Jawa Timur, dinyatakan positif Covid-19.

Dengan adanya siswa yang terkonfirmasi Covid-19, maka rencana belajar tatap muka di Surabaya yang sedianya dimulai pada awal Januari tahun depan bakal dikaji kembali.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, puluhan siswa yang positif itu merupakan bagian dari ribuan pelajar di 17 sekolah yang beberapa hari lalu menjalani swab test atau uji usap massal. Uji usap massal digelar sebagai salah satu persiapan digelarnya pembelajaran tatap muka.

Adanya siswa yang positif Covid-19 ini menjadi pertimbangan penting untuk evaluasi tim Satgas Covid-19, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan terkait persiapan pembelajaran tatap muka. Artinya, belum ada kepastian apakah pembelajaran tatap muka akan tetap digelar, atau ditunda terlebih dahulu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan, jika  merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, pelaksanaan pembelajaran tatap muka dikembalikan kepada masing-masing daerah dan bisa dimulai pada awal 2021. Namun, Supomo masih bimbang untuk memutuskan kapan sekolah tatap muka bisa dimulai di Surabaya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan agar sebelum sekolah dibuka kembali, perlu diadakan uji coba terlebih dulu. Uji coba yang dilakukan dengan menyertakan jumlah siswa yang lebih sedikit. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan, uji coba penting dilakukan agar kesiapan sekolah dan siswa betul-betul bisa dipastikan.

Hal yang sama juga dikatakan ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung Nurullah Koswara menilai, tes deteksi sebelum pembelajaran tatap muka boleh saja dilakukan asalkan tidak memberatkan.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.