Sekolah Jarak Jauh Dinilai Semakin Memperlihatkan Kesenjangan Pendidikan

masukkampus

Hampir satu tahun program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diadakan. Banyak pro dan kontra yang terjadi di masyarakat.

Pemerintah dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui,bahwa kebijakan sistem PJJ semakin memperlihatkan kesenjangan dunia pendidikan Indonesia.

Lanjutnya, agar kesetaraan pendidikan bisa tercapai, maka program pendidikan di Indonesia harus meliputi empat hal seperti akses pendidikan, kuantitas, kualitas, dan kesesuaian. Empat hal tersebut harus dijalankan sedemikian rupa untuk bisa mencapai cita-cita di dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Muhadjir mengatakan, PJJ merupakan sistem pendidikan modern yang menggunakan sarana belajar elektronik dan berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal tersebut sejalan dengan tuntutan era globalisasi dan industri 4.0 saat ini.

Namun, sangat disayangkan fakta dilapangan masih banyak daerah-daerah yang terkendala akses teknologi, untuk mencapai pembelajaran jarak jauh yang efektif. Terkhusus daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Ia berharap pemerintah setempat untuk selalu berupaya mendukung dan membantu proses pembelajaran jarak jauh siswa, terkhusus siswa yang terkendala akses teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

2.742 Mahasiswa ITB Mendapatkan Keringanan Biaya Pendidikan

Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan keringanan biaya pendidikan atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester untuk mahasiswanya. Direktur Kemahasiswaan ITB Prasetyo Aditama mengatakan, keringanan biaya diberikan kepada 2.742 mahasiswa setiap semester. Adapun mekanismenya yaitu mahasiswa dapat mengajukan permohonan beasiswa untuk mendapatkan keringanan. Bantuan yang disiapkan untuk periode pengajuan nilainya mencapai […]

Subscribe US Now