Nadiem : Sekolah Online Terlalu Lama, Siswa yang Menjadi Korban

masukkampus

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19 memicu berbagai masalah pada anak. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut bahwa berbagai macam laporan mengenai kendala yang dialami oleh anak dan orang tua.

Menurutnya, ada hal yang anak-anak alami seperti kebosanan di dalam rumah, jenuh dengan banyaknya video conference yang mereka lakukan di rumah.

Kemudian, kondisi belajar yang tidak dinamis, kesepian, dan siswa mengalami depresi karena tidak bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Bahkan, terdapat masalah yang serius, mulai dari stres yang disebabkan terlalu banyak berinteraksi di rumah dan jarang keluar rumah.

Nadiem mengatakan proses PJJ sudah terlalu lama dan tidak bisa menunggu lagi dan mengorbankan pembelajaran serta kesehatan mental para murid.

Rencananya pembelajaran tatap muka akan mulai diberlakukan pada bulan Juli 2021, dengan protokol kesehatan yang ketat dan fasilitas kesehatan yang memadai.

Terakhir, ia menyebut bahwa infrastruktur dan teknologi juga tidak memadai dikarenakan PJJ sudah terlalu lama yang mengorbankan kesehatan dan mental dari siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Sama Seperti UI, Mahasiswa UGM Tak Suka Belajar Tatap Muka dan Memilih Blended Learning

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) lebih suka blended learning dibanding kuliah tatap muka. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh UGM. Survei tersebut dilakukan oleh Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM terhadap 10.800 mahasiswanya. Sebagai informasi, blended learning adalah kombinasi dari perkuliahan atau pembelajaran tatap muka dan online. Ditinjau […]

Subscribe US Now