Jenuh Belajar di Rumah, Siswa SMA ini Memilih untuk Menikah

masukkampus

Satu tahun pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia. Hal ini tentunya menimbulkan masalah, terkhusus di dunia pendidikan. Akibat dari pandemi, pemerintah memutuskan untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Di Provinsi Gorontalo sendiri, pemerintah belum memberikan izin membuka sekolah untuk belajar tatap muka.

Tentunya dampak tersebut sangat berpengaruh kepada siswa. Akibat sekolah tidak kunjung dibuka, sebagian siswa Sekolah Menengah Atas di Gorontalo memilih menikah muda.

Hal ini diakui oleh salah satu Kepala SMK di Kabupaten Pohuwato, Mirhan. Dari total dari 670 siswa yang terdaftar di sekolahnya, ada 9 orang memilih berhenti sekolah dan menikah muda.

Ia mengatakan, pernikahan dini itu terjadi bukan karena faktor pergaulan bebas, melainkan menurut penelusuran pihak sekolah, siswa tersebut merasa jenuh belajar di sekolah dan memilih langsung berkeluarga.

Lanjutnya, siswa menyampaikan kepada pihak sekolah, bahwa selama belajar di rumah tidak ada lagi yang memberikan motivasi layaknya seorang guru.

Ia menambahkan, peran orang tua sangatlah penting dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini, karena guru juga tidak bisa memaksakan siswa untuk belajar tatap muka maupun kembali membuka sekolah. Hal ini berada di wewenang pemerintah dan melihat perkembangan pandemi Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Khawatir Terkena Covid-19, Kuliah Tatap Muka Hanya Untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardan mengatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dan kampus mulai dibuka bulan Juli 2021. Namun PTM akan dilaksanakan secara terbatas selama masa transisi, yaitu sebelum semua mahasiswa mendapatkan vaksin. Ia juga menyebut selama transisi, PTM hanya berlaku untuk mahasiswa yang sedang menjalankan praktik […]

Subscribe US Now