Program Kampus Merdeka Belajar Ibarat Seperti Belajar di Laut Pelepas

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menilai pembelajaran di luar program studi Sarjana Satu (S-1) selama tiga semester akan mendorong mahasiswa lebih adaptif untuk menghadapi masa depan.

Nadiem mengibaratkan adanya perubahan program pembelajaran S1 seperti menyiapkan perenang di laut lepas. Lebih lanjut, ia membayangkan pula jika lulusan mahasiswa hanya mendapatkan pembelajaran di prodi saja bagaimana nanti ketika menghadapi dunia nyata.

Ia menginginkan adanya perubahan program S1 agar mahasiswa ibaratnya dapat berenang dengan banyak gaya mengingat kondisi di laut itu sangat bervariatif. Artinya adanya program ini diperuntukkan untuk mempersiapkan mahasiswa agar bisa memiliki kemampuan yang bervariasi dari beberapa disiplin ilmu.

Dalam kebijakan Kampus Merdeka ini, mahasiswa diberikan hak belajar tiga semester di luar prodi. Penyetaraan kegiatan pembelajaran di luar program studi nantinya selama tiga semester atau setara 60 sks. Nadiem juga menjelaskan bahwa mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak SKS di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 SKS.

Nadiem menilai saat ini bobot SKS untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas sangat kecil dan tidak mendorong mahasiswa untuk mencari pengalaman baru, terlebih di banyak kampus, pertukaran pelajar atau praktik kerja justru menunda kelulusan mahasiswa.

Disamping itu, disini Nadiem menjelaskan terdapat perubahan pengertian mengenai SKS. Setiap SKS diartikan sebagai ‘jam kegiatan’, bukan lagi ‘jam belajar’. Kegiatan ini memiliki arti yaitu belajar di kelas, magang atau praktik kerja di industri atau organisasi, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, wirausaha, riset, studi independen, maupun kegiatan mengajar di daerah terpencil.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.