Inspiratif! Kisah Anak Tukang Becak Yang Bisa Kuliah Sampai Ke Inggris

Airul Septian

Pendidikan adalah sebuah kunci utama untuk kemajuan sebuah bangsa dan hal yang sangat penting untuk bekal di masa depan. Hal inilah yang ditanamkan oleh salah satu mahasiswi inspiratif, Raeni.

Raeni merupakan anak seorang tukang becak dari Kendal, Jawa Tengah yang sukses meraih predikat lulusan terbaik Pendidikan Akutansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.

Sama seperti mahasiswa lainnya, ia memiliki mimpi untuk membahagiakan kedua orang tua.

Raeni, sukses menginspirasi masyarakat Indonesia. Penerima beasiswa bidikmisi ini menarik perhatian ketika menuju tempat wisuda di Unnes bersama sang ayah, Mugiyono, dengan menaiki becak tahun 2014.

Raut wajah sang ayah berseri-seri ketika menghadiri acara wisuda saat itu. Ia dengan bersemangat mengayuh becaknya mengantarkan Raeni yang berdandan rapi dan memakai toga wisuda.

Sebagai tukang becak, penghasilannya tak menentu. Sekitar Rp 10-Rp 50 ribu per hari.

Meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya. Dia beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4. Wow sempurna!

Raeni juga menunjukkan semangat yang tiada henti, agar bisa menikmati masa depan yang lebih baik dan membahagiakan keluarganya, terkhusus orang tua.

Semangat dan kecerdasan Raeni membuat banyak orang berdecak kagum. Namun, dia sempat merasa minder karena pekerjaan ayahnya sebagai pengayuh becak. Tapi ia selalu berpikir tidak ada gunanya untuk minder, karena dialah orang tua yang telah membesarkan dan ia bangga akan hal itu.

Selama kuliah, ia dikenal cerdas dan disiplin. Bahkan, berkali-kali menjuarai lomba dan memperoleh hadiah uang tunai, yang sebagian disisihkan untuk diberikan kepada orang tua. Tak hanya itu, ia juga berusaha mencari penghasilan tambahan dengan mengajar private siswa SMA, karena ia tidak ingin merepotkan orang tuanya.

Dari latar belakang keluarga yang sederhana membuat Raeni selalu mengedepankan pendidikan. Setelah lulus dari Unnes, Raeni pun kemudian mendapatkan S2 dengan beasiswa dari Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk program master di University of Birmingham, Inggris.

Saat ini Raeni pun telah menyelesaikan pendidikan di University of Birmingham, Inggris. Ia berhasil lulus dengan gelar S2 pada tahun 2016.

Dengan semangat belajar yang tinggi, pada tahun 2018 Raeni mendaftarkan diri untuk mengambil program S3 melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). 

Ia berhasil mendapatkan beasiswa S3 di kampus yang sama saat menempuh S2 yakni di University of Birmingham, Inggris.

Kisah Raeni tentu saja sangat inspiratif. Hal ini membuktikan lahir dari latar belakang yang sederhana, bukanlah menjadi penghalang seseorang untuk meraih pendidikan yang tinggi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Nadiem : Mahasiswa yang Ikut Program Kampus Mengajar Akan Mendapatkan Potongan Uang Kuliah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim meminta mahasiswa semester 5 ke atas di perguruan tinggi negeri dan swasta untuk ikut program Kampus Mengajar, terkhusus pada siswa Sekolah Dasar (SD) di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) selama satu semester. Ia mengatakan mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut akan diberikan bantuan […]

Subscribe US Now