Nadiem : Kampus Cenderung Hindari Calon Mahasiswa Penerima KIP-Kuliah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan perguruan tinggi cenderung enggan menerima calon mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Dampaknya adalah mahasiswa berprestasi yang kurang mampu tidak bisa mengakses kampus terbaik.

Nadiem mengatakan kondisi ini bukan hanya didapati pada perguruan tinggi swasta, tetapi juga pada perguruan tinggi negeri dengan program studi yang lebih prestisius dan mahal, seperti Fakultas Kedokteran.

Lanjutnya, hal ini membuat mahasiswa tidak percaya diri mendaftarkan diri ke perguruan tinggi dengan kualitas yang tinggi dan berbiaya mahal.

Ia juga menjelaskan mahasiswa sangat sering terkendala biaya hidup ketika akan mendaftarkan diri ke perguruan tinggi yang berada di perkotaan.

Nadiem juga meminta kepada perguruan tinggi, untuk memahami situasi dan kondisi calon mahasiswa penerima KIP-Kuliah. Karena mereka juga ingin merasakan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi, sama seperti calon mahasiswa yang bukan penerima KIP-Kuliah.

Berkaca pada masalah ini, Nadiem memutuskan mengubah skema pembiayaan KIP-Kuliah dengan meningkatkan besaran bantuan uang kuliah tunggal (UKT) dari Rp2,4 juta menjadi maksimal Rp12 juta per semester.

Harapannya, dengan adanya kenaikan besaran bantuan uang kuliah ini, perguruan tinggi dapat mempertimbangkan calon mahasiswa penerima KIP-Kuliah yang ingin menempuh pendidikan di kampus impian mereka, terkhusus di program studi Fakultas Kedokteran.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.