Nadiem: Indonesia Akan Tertinggal Jika Menunda Sekolah Tatap Muka

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Indonesia bisa semakin tertinggal jika tidak secepatnya memulai pembelajaran tatap muka (PTM).

Ia mengatakan dari seluruh negara di Asia Timur dan Pasifik, Indonesia adalah satu dari empat negara yang belum memulai PTM secara penuh, sementara 23 negara lainnya, 85% sudah mulai.

Nadiem menjelaskan, meskipun sejak Januari pemerintah sudah mengizinkan pembukaan sekolah atas seizin pemerintah daerah (pemda), kenyataannya baru 15% sekolah di Indonesia yang memulai tatap muka secara terbatas.

Menurut Nadiem, terlepas dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengakselerasi PTM, pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih menjadi pilihan mayoritas satuan pendidikan di Indonesia.

Mendikbud, mengutip Direktur Eksekutif United Nations Children’s Fund (UNICEF), Henrietta Fore, mengatakan anak-anak yang tidak bisa mengakses sekolah secara langsung semakin tertinggal, yang mana anak-anak paling terdampak.

Mendikbud menjelaskan konsep PTM dalam masa pandemi adalah hybrid, yaitu tatap muka secara terbatas dikombinasikan dengan PJJ demi memenuhi protokol kesehatan. Satuan pendidikan juga diwajibkan memenuhi daftar periksa sebelum memulai layanan pendidikan tatap muka terbatas.

Terakhir ia mengatakan, bahwa PTM akan segera dilakukan pada bulan Juli 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.