Mulai Tahun 2022, Kurikulum Baru Tiadakan Penjurusan di SMA

Pendidikan, Anindito Aditomo (Nino) menjelaskan rencana penawaran kurikulum baru pada tahun 2022.

Menurut Nino, kurikulum baru nantinya akan lebih berfokus pada materi yang esensial dan tidak terlalu padat materi.

Dan juga kurikulum prototipe sengaja dirancang untuk memberi ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa, terutama pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Artinya, kurikulum tersebut akan memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksibel.

Meski kurikulum tersebut mulai diujicobakan pada 2500-an sekolah di seluruh Indonesia melalui Program Sekolah Penggerak, tetapi ia mengatakan bahwa kurikulum prototipe bersifat opsional.

Perbedaan yang mungkin paling mencolok adalah siswa kelas 11 dan 12 akan boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya. Artinya tidak ada lagi “pengkotakan” jurusan IPA, IPS dan Bahasa.

Meski bisa meramu sendiri, namun kombinasi mata pelajaran yang akan diambil siswa nantinya tetap akan melibatkan peran guru BK.

Untuk memahami gambaran kurikulum prototipe, bisa melihat Keputusan Mendikbud Ristek Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak.

1. Kelas X: Mata Pelajaran sama dengan di SMP.

2. Kelas XI dan XII: Tidak Ada Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.