Menyedihkan! 500 Siswa Terpaksa Putus Sekolah Akibat Covid-19

Pandemi Covid-19 telah membuat dunia bahkan Indonesia mengalami masalah yang berat untuk dihadapi. Salah satunya berkaitan dengan dunia pendidikan.

Seperti yang kita tahu, bulan Maret ini tepat satu tahun sudah Kemendikbud memutuskan untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa maupun mahasiswa.

Hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi provinsi maupun sekolah yang tidak memiliki akses internet yang memadai.

Selain itu, dampak dari PJJ ini juga memberatkan siswa, salah satunya banyak siswa yang memilih untuk putus sekolah bahkan menikah muda.

Di Provinsi Gorontalo salah satunya, dari awal pandemi hingga saat ini, tercatat ada sekitar 500 siswa Sekolah Menengah Atas yang terdiri dari SMA/SMK atau sederajat yang berhenti sekolah.

Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili mengatakan, siswa tersebut memilih berhenti sekolah dengan ragam alasan. Mulai dari masalah karena impitan ekonomi, orang tua berpisah, pergaulan bebas hingga ada siswa yang memilih menikah lantaran jenuh belajar di rumah.

Menurut persentase, provinsi ini merupakan provinsi dengan angka siswa putus sekolah tertinggi. Namun hal ini hanya karena jumlah siswa dan penduduk Gorontalo yang sedikit.

Wahyudin berharap, orang tua siswa harus menjaga komunikasi dengan anak selama proses belajar daring. Orang tua merupakan peran penting dalam membimbing mereka jangan sampai merasa bosan di rumah.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.