MENDIKBUD : Risiko Siswa Tertular Covid-19 Rendah Saat di Sekolah

Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan siswa SD hingga SMA memiliki risiko lebih rendah untuk tertular virus Covid-19.

Dia mengaku, hal ini berdasarkan riset global yang telah menyatakan bahwa anak-anak terinfeksi Covid-19 memiliki risiko lebih rendah dibanding dengan orang dewasa, yaitu di atas usia 3-30 tahun.

Lanjutnya, biasanya siswa lebih banyak tertular dari orang dewasa. Jadi bukan saat siswa belajar tatap muka di ruang kelas, tapi transmisi pada saat aktivitas di luar ruang kelas

Ia berharap dengan adanya riset ini, orang tua dan sekolah tidak mengabaikan protokol kesehatan dan malah lengah terhadap hal tersebut.

Nadiem juga meminta, ketika sekolah tatap muka diadakan, sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan, thermogun, jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Jangan sampai ketika sekolah abai terhadap protokol kesehatan, malah siswa yang akan menjadi target dari Covid-19 ini.

Kepala sekolah juga diminta berperan aktif untuk mengawasi kegiatan belajar mengajar di dalam kelas ketika sekolah tatap muka telah dilaksanakan.

Nadiem menyebut, Indonesia merupakan salah satu di antara empat negara di kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik yang belum membuka belajar tatap muka secara penuh.

Hal ini membuat Nadiem khawatir akan ketertinggalan dunia pendidikan Indonesia. Oleh karena itulah ia memerintahkan semua sekolah untuk menerapkan kembali belajar tatap muka di bulan Juli 2021.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.