Mendikbud Kembali Pertimbangkan UN Jadi Penentu Kelulusan

Sebelum pergantian menteri, Muhadjir selaku mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), kembali memunculkan wacana menjadikan hasil Ujian Nasional (UN) sebagai penentu kelulusan siswa dengan format baru, yakni tambahan pada kesempatan remedial. Namun wacana ini masih harus dibicarakan kembali dengan Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP).
.
Wacana ini kembali muncul karena menurut Muhadjir, sejak UN tak lagi jadi penentu kelulusan, siswa tidak serius lagi dalam mengerjakan UN. Padahal UN ini digunakan sebagai alat pemetaan kualitas pendidikan nasional.
.
Muhadjir mengatakan, jika wacana UN sebagai penentu kelulusan jadi diterapkan, maka harus dilakukan juga tambahan kesempatan remedial bagi siswa yang nilainya tidak memenuhi standar kelulusan. Untuk itu, pelaksanaan UN juga bisa dimajukan agar memberikan waktu bagi siswa yang remedial tersebut.
.
Dikatakan bahwa akan ada remidial dua sampai tiga kali. UN bisa dimajukan pelaksanaannya, sehingga anak-anak bisa menempuh ujian ulang jika nilainya belum memenuhi standar.
.
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menyebut pihaknya tidak berniat menghapus UN. Sebab bagaimanapun, kata Muhadjir, keberadaan UN masih tetap diperlukan.
.
Terutama UN berbasis komputer (UNBK) yang membuat pelaksanaan UN menjadi lebih kredibel dan jujur, serta hasilnya akurat menggambarkan kemampuan siswa yang sebenarnya.
.
Ini sebagai pemetaan dan treatment. Sekarang UNBK itu nilainya riil, itu menggambarkan kualitas gurunya. Kalau kita ingin meningkatkan kemampuan gurunya, maka lihat statistik hasil siswanya.
.
Meskipun begitu, kewenangan ujian nasional ini ada di Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP). Selain itu, ia juga menyerahkan wacana tersebut kepada menteri pendidikan yang baru.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.