Mahasiswa UNY Berhasil Menciptakan Alat Pendeteksi Kerumunan Gunakan CCTV

Selama berlangsungnya pandemi COVID-19 pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia. Seperti anjuran memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir serta jaga jarak. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menciptakan teknologi melalui penggunaan data pergerakan ponsel Mobile Subscriber Integrated Services Digital Network Number/MSISDN dari Base Transceiver Station (BTS) yang berguna untuk mendeteksi kerumunan warga.

Nantinya Kominfo akan memberikan peringatan melalui pesan singkat dalam bentuk SMS blast. Sayangnya teknologi ini memiliki kelemahan yaitu masih menggunakan ponsel sebagai media utama dalam mendeteksi kerumunan. Hal ini mengakibatkan tingkat akurasi dalam pendeteksian kerumunan kurang efektif. Lebih lanjut, pemberian informasi melalui SMS ada kemungkinan akan diabaikan oleh penggunaan bahkan seseorang akan membutuhkan jeda waktu untuk membaca pesan tersebut.

Namun kondisi tersebut bisa diatasi oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang merancang alat pendeteksi kerumunan berbasis Deep Convolutional Neural Network menggunakan CCTV. Adapun mahasiswa yang terlibat yaitu Muhammad Nurwidya Ardiansyah, Muhammad Dzulfiqar Amien dan Danang Wijaya serta Marifa Kurniasari.

Lebih lanjut, Muhammad Nurwidya Ardiansyah mengatakan bahwa sistem kerja dari teknologi ini yaitu menggunakan CCTV sebagai media input data rekaman secara real time. Kemudian akan dilakukan deteksi orang yang terekam dalam frame video tersebut. Sistem akan mendeteksi sebuah kerumunan ketika terdapat dua orang atau lebih dengan jarak kurang dari satu meter. Perhitungan jarak dalam frame ini menggunakan metode Euclidean Distance.

Selanjutnya ketika sudah terdeteksi, sistem akan mendeteksi warna pakaian pula yang nantinya akan diberikan pesan peringatan suara melalui speaker. Pesan peringatan suara ini digunakan untuk mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan. Sistem ini terbilang cukup canggih karena mampu mendeteksi kerumunan dengan kecepatan 22 frame per second. Tidak heran jika sistem ini canggih karena dibuat menggunakan tiga komponen utama yaitu mikrokontroler NVIDIA Jetson Nano sebagai perangkat pemrosesan, CCTV sebagai perangkat masukan, dan pengeras suara atau speaker sebagai perangkat keluaran.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.