Mahasiswa Demo Di DPR, Menristekdikti Berikan Saksi Untuk Rektor

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir tengah menyiapkan sanksi untuk rektor yang mahasiswanya bergabung dalam demonstrasi menolak pengesahan revisi empat undang-undang di depan gedung DPR. Nasir mengatakan, sanksi tersebut ditujukan pada rektor yang terbukti mengerahkan mahasiswanya untuk berdemo, sekaligus rektor yang tak bisa menghalangi mahasiswa berangkat berdemonstrasi.
.
Nasir bahkan menyebut ancaman pidana untuk rektor yang mahasiswanya melakukan tindakan yang dianggap merugikan negara, saat berdemonstrasi.

Nasir mengatakan jika mengerahkan sanksinya akan keras. Sanksi kerasnya bisa SP1, SP2. Kalau sampai menyebabkan kerugian pada negara dan sebagainya, ini bisa tindakan hukum. (Berlaku juga untuk dosen?) Rektornya yang ia sanksi. Nanti dosen adalah rektor yang bertanggung jawab.
.
Nasir telah memerintahkan Direktur Jenderal Pembelajaran untuk memantau potensi gerakan mahasiswa, pasca-demonstrasi 23-25 September 2019. Ia juga akan membuat imbauan pada seluruh rektor agar mencegah mahasiswa kembali bergerak untuk demonstrasi.
.
Nasir menilai, demonstrasi mahasiswa rawan menimbulkan kekacauan yang akan mengganggu keamanan negara. Padahal, menurutnya, mahasiswa adalah kelompok intelektual yang harus mengutamakan dialog.
.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Riset, Tekologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir meredam demonstrasi mahasiswa yang menolak pengesahan revisi empat undang-undang di depan gedung DPR.
.
Nasir mengatakan, Jokowi ingin mahasiswa menghentikan demonstrasinya, dan menyampaikan semua aspirasinya soal revisi undang-undang tersebut lewat dialog.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.