KEMENDIKBUD : Kuliah Tatap Muka Perlu Diterapkan Di Perguruan Tinggi Vokasi

Direktur Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan untuk perguruan tinggi vokasi, pembelajaran tatap muka perlu dilakukan karena ada materi kuliah praktik yang mana terdapat sekitar 60 persen dari total pembelajaran.

Selain itu, pada perguruan tinggi vokasi juga terdapat penambahan pembelajaran praktik atau magang di industri. Oleh karena itu, dia meminta agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan perilaku di lingkungannya.

Sebelum pembelajaran tatap muka dilakukan, perguruan tingi harus melaporkan penyelenggaraan pembelajaran kepada Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Sivitas akademika dan tenaga kependidikan yang melakukan aktivitas di kampus harus dalam keadaan sehat, dapat mengelola dan mengontrol bagi yang memiliki penyakit penyerta. Khusus mahasiswa yang berusia di bawah 21 tahun, harus mendapat persetujuan dari orang tua atau pihak yang menanggungnya.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka di perguruan tinggi menuntut kedisiplinan tinggi dari para mahasiswa.

Sementara mahasiswa dari luar daerah atau luar negeri wajib memastikan diri dalam keadaan sehat, melakukan karantina mandiri selama 14 hari atau melakukan tes usap atau sesuai dengan peraturan atau protokol yang l”berlaku di daerah.

Perguruan tinggi juga harus melakukan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap orang yang masuk perguruan tinggi, menghindari penggunaan sarana pembelajaran yang tertutup atau menimbulkan kerumunan, meniadakan kegiatan dan ruang yang berpotensi mengundang kerumunan.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.