Kekerasan Seksual Masih Sering Terjadi Di Lingkungan Pendidikan

Komnas Perempuan mencatat, kekerasan seksual masih terjadi di lingkungan pendidikan. Namun, tidak banyak yang mengadukan kasus tersebut, karena korban yang umumnya siswi atau santriwati berada dalam kondisi powerless. 

Selain dalam kondisi powerless, masyarakat termasuk sekolah atau kampus juga masih memandang korban kekerasan seksual sebagai orang yang bertanggungjawab atau tidak bermoral. 

Ketika terjadi kekerasan seksual di lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan, kata dia, maka yang mengadu akan dianggap mencemarkan nama lembaga pendidikan sebagai tempat untuk mendidik termasuk pendidikan terkait moralitas.

Pengaduan langsung ke Komnas Perempuan dalam rentang 2015 sampai Agustus 2020 menunjukkan lingkungan pendidikan bukan ruang bebas dari kekerasan.  

Tercatat ada tiga kasus yang diadukan ke Komnas Perempuan pada 2015. Kemudian, 10 kasus tahun 2016, tiga kasus tahun 2017, 10 kasus tahun 2018 dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 15 kasus dan 10 kasus sampai Agustus 2020. 

Komnas Perempuan menilai, kurangnya perspektif hak anak dan hak korban, menyebabkan langkah-langkah penyelesaian tidak mengedepankan hak korban, tapi nama baik lembaga pendidikan.

Terakhir, Komnas Perempuan mendesak agar internal di seluruh jenjang untuk memastikan lingkungan pendidikan sebagai ruang aman atau bebas dari kekerasan, dengan membangun mekanisme pencegahan, penanganan dan pemulihan untuk korban kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus ataupun sekolah.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.