Ikatan Dokter Anak Indonesia Mengungkapkan Sekolah Daring Jauh Lebih Aman

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memandang metode pembelajaran atau pendidikan jarak jauh lebih aman daripada tatap muka langsung di sekolah saat ini. Setiap orang tua yang sedang mempertimbangkan persetujuan kegiatan sekolah dengan tatap muka kembali diharapkan tetap mendukung kegiatan belajar dari rumah, baik sebagian maupun sepenuhnya.

Pandangan itu disampaikan sebagai bagian dari pendapat Ikatan Dokter Anak Indonesia terhadap rencana dibukanya kembali sekolah-sekolah di awal semester pada Januari mendatang.

Pembukaan sekolah kembali tanpa melihat zona pandemi dimungkinkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sepanjang disetujui pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua murid.

IDAI menggarisbawahi bahwa keputusan pembukaan sekolah di daerah masing-masing harus meminta pertimbangan dinas kesehatan dan organisasi profesi kesehatan setempat. Keputusan juga harus memperhatikan apakah angka kejadian dan kematian Covid-19 di daerah tersebut masih meningkat atau tidak.

Kepada pihak sekolah juga diingatkan tidak semata-mata memenuhi dukungan fasilitas untuk protokol kesehatan tapi perlu memiliki mekanisme pengawasan atas standar protokol kesehatan itu. Juga memiliki prosedur standar jika ada murid, guru atau staf terkonfirmasi positif Covid-19.

Sedangkan kepada orang tua, IDAI memberi saran agar menghitung benar sebelum memberi persetujuan kegiatan pembelajaran tatap muka dalam masa pandemi ini.

Terakhir, IDAI mengungkapkan beberapa indikator terkait pembukaan sekolah, antara lain apakah anak sudah mampu menjalani protokol kesehatan 3M (mengenakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan) secara memadai. Lalu, apakah si anak masih perlu pendampingan orang tua.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.