Epidemiologi: Belajar Tatap Muka baru bisa Diterapkan 1,5 Tahun usai Vaksin

Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Windhu Purnomo menilai pembukaan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran tatap muka masih berisiko tinggi terjadinya penularan Covid-19.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka masih butuh waktu 1,5 tahun lagi kendati proses vaksinasi kepada guru dan tenaga kependidikan telah dilakukan.

Waktu 1,5 tahun ini menurut Windhu sangat cukup jika vaksinasi terus dilakukan untuk membentuk herd immunity di masyarakat.

Jangan sampai herd immunity belum terbentuk, sekolah malah menjadi tempat penyebaran Covid-19. Hal inilah yang dikhawatirkan banyak pihak.

Ia juga mengatakan, protokol kesehatan di masyarakat menjadi kunci utama apabila mau mengikuti jejak negara-negara lain yang saat ini telah lebih dahulu membuka sekolah. Tanpa memahami protokol kesehatan, pemberlakuan sekolah tatap muka sulit diterapkan.

Lanjutnya, ia merasa pemerintah sedikit-dikit menyalahkan masyarakat atas ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Padahal menurutnya pemerintah yang mempunyai peran sentral membimbing dan mendisiplinkan masyarakat lewat sebuah kebijakan.

Dia melihat, masyarakat pada umumnya patuh terhadap instruksi pemerintah. Namun jika pemerintah sendiri justru semangatnya melonggarkan maka pengendalian pandemi Covid-19 sulit dilakukan.

Terakhir ia berharap, pemerintah dalam hal ini Mendikbud untuk berpikir secara matang dan melibatkan epidemiologi untuk membuka sekolah tatap muka, jangan sampai ini menjadi suatu kesalahan.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.