Begini Sistem Penilaian Pada Soal UTBK. Apakah ada Minus ?

Dalam sistem penilaian UTBK, LTMPT akan mengunakan sistem Item Response Theory atau IRT dengan bobot nilai yang berbeda pada masing-masing subtes.
.
Metode ini diharapkan dapat membedakan kemampuan peserta dan memberikan nilai dengan lebih adil, sehingga sudah tidak ada lagi penilaian +4 jika benar, 0 jika tidak dijawab, dan -1 jika salah.
.
Sebenarnya sistem penilaian ini sudah diterapkan sejak pelaksanaan SBMPTN 2018 lalu.
.
Dikutip dari CNN Indonesia, sistem penilaian tersebut tak hanya memperhitungkan jumlah soal yang dijawab dengan benar atau salah oleh peserta, tapi juga memperhitungkan karakteristik tiap soal.
.
Terutama pada soal dengan tingkat kesulitan yang relatif serta sensitivitasnya untuk membedakan kemampuan peserta.
Secara lebih detail, sistem penilaian modern ini digambarkan dengan tiga tahap.
.
Tahap pertama, seluruh jawaban benar akan diberi skor 1 poin, dan skor 0 untuk yang tidak dijawab atau dikosongkan.
.
Tahap dua, pendekatan teori response butir (item response theory) akan dilakukan. Setiap soal yang benar akan dianalisis kembali karakteristiknya misalnya dengan melihat tingkat kesulitan dibanding soal lainnya.
.
Pada tahap tiga, karakteristik tiap soal yang didapatkan di tahap dua akan dipakai untuk menghitung skor peserta. Soal yang relatif sulit akan mendapat bobot yang lebih tinggi dibanding yang lain.
.
Metode penelitian seperti ini dianggap sudah lama digunakan oleh negara maju di Amerika dan Eropa.
Dengan meneliti karakteristik tiap soal dianggap nantinya skor total akan lebih fair. Selain itu sesuai berita yang kami ambil dari Tribunnews.com cara ini dianggap bisa membedakan kemampuan peserta lebih baik.

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.