Agar Cepat Sarjana Universitas Hasanuddin Terapkan Tidak Wajib Seminar Proposal

Perjalanan tingkat akhir para mahasiswa dianggap sebagai proses yang sangat menantang. Demi memperoleh gelar sarjana, mahasiswa diminta untuk membuat suatu karya ilmiah bernama skripsi yang mana untuk membuat skripsi ini diperlukan proses yang cukup panjang dengan diawali pembuatan proposal skripsi.
.
Namun, lain halnya dengan kebijakan baru yang dikeluarkan di Universitas Hasanuddin (Unhas). Rektor Universitas Hasanuddin melalui Surat Keputusan nomor 2781/UN4.1/KEP/2018 menetapkan bahwa mahasiswa angkatan 2018 kini sudah tidak lagi wajib melaksanakan seminar proposal.
.
Surat Keputusan Rektor yang ditetapkan 16 Juli 2018 lalu ini dikeluarkan dalam rangka mempercepat proses kelulusan mahasiswa. Orientasi kebijakan ini berupaya menyesuaikan jumlah mahasiswa yang masuk dan keluar karena angka mahasiswa baru yang masuk Unhas tidak sebanding dengan angka mahasiswa yang lulus. Oleh karena itu, perlu aturan yang menertibkan.
.
Adapun sistem seminar proposal penelitian nantinya digantikan dengan hanya mendiskusikan dengan pembimbing. Oleh karena itu, dalam SK tersebut bagian 12 pasal 16 ayat (2) mengatur agar mahasiswa telah memiliki pembimbing pada semester enam.
.
Mengiringi target kelulusan tepat waktu ini, Unhas pun memberikan pembekalan kepada mahasiswa tingkat akhir berupa pelatihan-pelatihan. Misalnya penulisan Curiculum Vitae yang baik, menghadapi wawancara kerja, dan tips dan trik mengikuti Test of English as Foreign Language atau Toefl sehingga mahasiswa memiliki bekal softskill untuk memasuki dunia kerja nantinya.
.
Nah ada calon anak Unhas gak nih? Selamat atas kebijakan barunya ini yaa!😆

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes
Share
0 Comments

No Comment.