Nadiem Makarim Mengaku Sistem Sekolah Daring Menimbulkan Dampak Negatif

masukkampus

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut pendidikan jarak jauh (PJJ) memberi dampak negatif pada siswa. Bahkan pelaksanaan PJJ membuat orang tua memiliki persepsi tidak bisa melihat peranan sekolah dalam proses belajar-mengajar apabila pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menjelaskan, dampak berikutnya adalah kendala tumbuh kembang, yang mana terjadi kesenjangan capaian belajar. Kemudian, akan terjadi risiko kehilangan pembelajaran yang terjadi secara berkepanjangan dan menghambat tumbuh kembang anak secara optimal.

Dampak selanjutnya adalah tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga yang mana mengakibatkan anak stres akibat minimnya interaksi dengan guru, teman dan lingkungan luar, ditambah tekanan akibat sulitnya pembelajaran jarak jauh yang menyebabkan stres pada anak.

Pemerintah memberikan keleluasaan pada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pembelajaran tatap muka mulai semester genap 2020/2021 atau Januari 2021. Pemberian izin dapat dilakukan secara serentak atau bertahap per wilayah kecamatan dan atau desa atau kelurahan.

Hal itu berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau bulan Januari 2021. Salah satu alasan pemberian keleluasaan itu adalah untuk mengurangi dampak negatif PJJ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Sekolah Tatap Muka Baru Dibuka, Puluhan Pelajar Positif Covid-19

Keputusan pemerintah untuk membuka pembelajaran tatap muka Januari 2021 kembali menuai pro dan kontra. Pasalnya sebanyak 36 pelajar SMP di Kota Surabaya, Jawa Timur, dinyatakan positif Covid-19. Dengan adanya siswa yang terkonfirmasi Covid-19, maka rencana belajar tatap muka di Surabaya yang sedianya dimulai pada awal Januari tahun depan bakal dikaji […]

Subscribe US Now