EPIDEMIOLOG : Indonesia Belum Siap Buka Sekolah Tatap Muka Di 2021

masukkampus

Rencana pemerintah untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang dinilai ‘prematur’. Indonesia dianggap belum siap untuk menggelar proses pembelajaran tatap muka, mengingat kasus Covid-19 yang belum juga membaik.

Ahli epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa sebaiknya pemerintah memaksimalkan pengendalian kasus terlebih dahulu kurang lebih selama tiga bulan. Hasil yang ada kemudian dapat digunakan untuk membuat keputusan soal kebijakan pembukaan sekolah tatap muka.

Dicky menyebutkan tiga kriteria yang harus dipenuhi sebelum membuka kembali sekolah tatap muka. Pertama, penurunan kasus harian dalam dua pekan berturut-turut. Kedua, tren penurunan kasus yang dibarengi dengan angka positivity rate di bawah 5 persen.

Ketiga, tingkat kematian akibat Covid-19 harus menyentuh satu digit setiap hari.

Jika ketiga syarat itu terpenuhi, Dicky menilai pemerintah baru bisa mempertimbangkan sekolah tatap muka. Hal ini juga tentu harus dibarengi dengan implementasi protokol kesehatan yang tepat.

Ia juga mengatakan kebijakan membuka sekolah dan melakukan proses pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021 dinilai tidak realistis karena positivity rate atau tingkat penularan virus Corona di Indonesia masih di atas 10%.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh epidemiolog dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, ia memprediksi akan terjadi lonjakan kasus pada pekan pertama dan kedua Januari mendatang. Prediksi itu didapat dari banyak aktivitas pada periode Desember, mulai dari penyelenggaraan Pilkada serentak, liburan Natal dan tahun baru, hingga kenaikan aktivitas perkantoran menjelang tutup buku 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kampus Izinkan Kuliah Tatap Muka, 9 Mahasiswa Ini Positif Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengumumkan ada sembilan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Sleman positif virus Corona atau COVID-19. Belakangan diketahui, sembilan mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Islam Indonesia (UII). Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menerangkan, temuan kasus ini berawal saat pihak kampus akan menggelar praktikum untuk mahasiswanya. Praktikum […]

Subscribe US Now