Persiapan Ujian Asesmen Nasional. Kemendikbud : 155 Miliar Akan Digelontorkan

masukkampus

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan Asesmen Nasional tidak akan digunakan untuk seleksi siswa masuk sekolah negeri maupun swasta, seperti Ujian Nasional (UN) beberapa tahun lalu.

Asesmen Nasional hanya digunakan untuk evaluasi kinerja sekolah, memberi umpan balik untuk guru dan sekolah gimana untuk meningkatkan kualitas, bukan untuk sistem seleksi anak masuk negeri dan swasta

Segala upaya telah dilakukan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar Asesmen Nasional dapat berjalan dengan baik.

Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Samsuri mengatakan Asesmen Nasional (AN) pengganti Ujian Nasional (UN) diperkirakan bakal memakan biaya sekitar Rp155 miliar.

Dalam pelaksanaan asesmen, ia menjelaskan bakal ada pendampingan untuk sekolah dan guru serta sosialisasi yang termasuk dalam pembiayaan tersebut.

Untuk diketahui Asesmen Nasional terdiri dari tiga pengujian, yakni AKM dan Survei Karakter yang dilakukan kepada siswa, serta Survei Lingkungan Belajar terhadap sekolah dan guru.

Rinciannya sebanyak Rp358,2 miliar untuk AKM dan akreditasi. Kemudian Rp120,2 miliar untuk pendampingan pemerintah daerah dan tindak lanjut AKM.

Berkaca pada pelaksanaan UN tahun ajaran 2019, dana yang dikeluarkan hanya Rp211 miliar. Dana ini ditekan dari anggaran tahun sebelumnya yang mencapai Rp500 miliar.

Meski jumlah siswa yang mengikuti asesmen lebih sedikit dibanding UN, ia mengklaim aspek yang diuji lebih komprehensif dan melibatkan kepala sekolah serta guru.

Ketua Bidang Pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) mengatakan, bahwa masih banyak guru dan siswa yang tak tahu detail perbedaan antara UN dan Asesmen Nasional serta kapan pelaksanaan dari Asesmen Nasional sendiri.

Maka dari itu diharapkan Kemendikbud dapat mensosialisasikan hal tersebut lebih jelas lagi, agar pelaksanaanya dapat berjalan dengan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Anaknya Dijanjikan Lolos Akademi Kepolisian, Polisi Ini Kena Tipu 1,35 Miliar

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Mochamad Rifa’i menjelaskan kronologi kasus penipuan yang diduga korbannya adalah anggota Polres Banjarbaru, Aiptu Putu Sudhiwirawan. Menurut dia, korban tertipu sebesar Rp1,35 miliar dengan modus calo seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Tetapi ia memastikan korban bukanlah seorang polisi. Ia menjelaskan, kasus ini berawal dari […]

Subscribe US Now