Calon Akpol Positif Covid-19, Polri : Kami Kehilangan Peserta Terbaik

masukkampus

Tak heran lagi jika Akpol menjadi favorit semua orang untuk menempuh pendidikan di sana.

Kepala Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Argo Yuwono mengatakan, terkait dengan penerimaan taruna/taruni Akademi Kepolisian (akpol) pada masa pandemi Covid-19 harus mengedepankan protokol kesehatan.

Ia menjelaskan hal ini terkait polemik calon taruni Akademi Kepolisian tahun 2020 asal Kepulauan Riau yang gagal berangkat atau lolos karena dinyatakan positif Covid-19.

Panitia seleksi sebelum pelaksanaan tes disumpah dan panitia seleksi bidang kesehatan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia di setiap perwakilan daerah

Oleh karena itu, kata dia, seleksi taruna/taruni Akademi Kepolisian pada masa pandemi Covid-19 selain dinilai kesehatan, jasmani, psikologi dan akademiknya, seluruh peserta calon taruna/taruni Akademi Kepolisian pada 2020 harus dinyatakan bebas dari paparan virus Corona atau Covid-19.

Berkaitan dengan tidak lolosnya calon taruni asal Kepulauan Riau itu, dia mengatakan, Kepolisian Indonesia merasa kehilangan calon taruni Akademi Kepolisian 2020 terbaik lantaran dinyatakan positif Covid-19.

Sebagai informasi, calon taruni yang gagal tersebut merupakan calon terbaik yang berada di peringkat 1 akademis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Persiapan Ujian Asesmen Nasional. Kemendikbud : 155 Miliar Akan Digelontorkan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan Asesmen Nasional tidak akan digunakan untuk seleksi siswa masuk sekolah negeri maupun swasta, seperti Ujian Nasional (UN) beberapa tahun lalu. Asesmen Nasional hanya digunakan untuk evaluasi kinerja sekolah, memberi umpan balik untuk guru dan sekolah gimana untuk meningkatkan kualitas, bukan untuk sistem seleksi […]

Subscribe US Now