Memakan Korban Jiwa, Pengamat Desak PJJ Harus Dievaluasi

masukkampus

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diminta mengevaluasi beban tugas bagi siswa selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), untuk mencegah kasus-kasus yang tidak diinginkan, seperti depresi hingga bunuh diri.

Pengamat pendidikan M. Ramli menegaskan kasus depresi hingga mengakibatkan bunuh diri banyak terjadi di Indonesia karena banyak siswa yang mengalami stres akibat beban tugas yang masih memberatkan siswa di tengah PJJ.

Salah satunya kejadian yang menimpa siswa di Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut seharusnya menjadi alarm yang sangat keras kepada pemerintah dan ia dengan tegas memperingatkan pemerintah bahwa masalah penugasan-penugasan ini adalah sesuatu yang sangat serius memberikan dampak depresi kepada siswa.

Kekhawatiran akan tugas yang menumpuk dan ditambah makin diperparah karena jaringan internet yang tidak memadai. Terlebih dengan jumlah mata pelajaran di sekolah yang bisa mencapai belasan.

Ia mengatakan bantuan kuota juga tak bisa dijadikan satu-satunya solusi PJJ. Pemerintah diminta mempertimbangkan kemampuan jaringan internet dan kemampuan di daerah tersebut dan membantu kendala siswa yang kurang mampu.

Kepala sekolah dan guru konseling seharusnya berperan dalam mengukur beban yang dialami siswa ketika menerima banyak penugasan. Ia menyarankan guru memetakan kemampuan siswa sebagai standar pemberian tugas.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Retno Listyarti menegaskan kegiatan konseling di sekolah harus digalakan, khususnya selama pandemi. Konsultasi juga dapat dilakukan guru bimbingan konseling kepada siswa melalui pesan singkat atau aplikasi komunikasi lainnya.

Kendala PJJ sendiri tak hanya terkait biaya kuota. Sejumlah siswa dan guru masih ada yang mengeluhkan tak punya alat yang memadai ataupun jaringan yang sulit di daerah tempat tinggalnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten diharapkan dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh dari dampak PJJ ini.

Terakhir ia menambahkan agar peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mencegah depresi pada anak. Terlebih di usia remaja, dimana anak rentan mengalami perubahan suasana hati. Sehingga gejala depresi sering kali tertutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

70% Mahasiswa STAN Lulus Dengan Predikat Cumlaude

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) menyelenggarakan kegiatan Wisuda Akbar 2020 bagi 3.231 lulusan pada Rabu (14/10). Wisuda tersebut dilaksanakan secara daring dengan lokasi peserta tersebar di seluruh Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang hadir memberi sambutan, mengatakan bahwa aparatur lulusan PKN STAN harus memiliki wawasan kebangsaan yang berbhineka. […]

Subscribe US Now