Pengamat Pendidikan: Guru Dan Kepsek Perlu Mengikuti Asesmen Nasional

masukkampus

Pengganti Ujian Nasional benar-benar akan terealisasi pada tahun 2021. Pro dan kontra terjadi di masyarakat mengenai Asesmen Nasional sebagai pengganti UN.

Tidak hanya dilaksanakan oleh siswa, namun Asesmen Nasional yang dilaksanakan pada 2021 tahun mendatang juga akan diujikan untuk kepala sekolah dan guru.

Pengamat pendidikan Totok Amin berpendapat guru dan kepala sekolah harus diikutkan dalam Asesmen Nasional agar acuan kebijakan di pendidikan dapat dipetakan secara menyeluruh. Karena banyak riset mengatakan leadership itu mempengaruhi kualitas pendidikan

Ia menilai masalah pendidikan di Indonesia sesungguhnya berakar pada kualitas guru dan kepala sekolah yang belum mumpuni. Untuk itu, asesmen atau penilaian ini tak bisa hanya dilakukan terhadap siswa.

Totok juga menemukan permasalahan dalam pelaksanaan Asesmen Nasional tersebut. Menurutnya Asesmen Nasional tidak akan cukup apabila hasilnya diserahkan ke daerah, dinas pendidikan, dan sebagainya. Seharusnya, yang menjadi catatan adalah bagaimana evaluasi sistem pembinaan guru dan siswa secara nasional, agar pelaksanaan tersebut bisa berjalan sesuai yang diharapkan banyak pihak.

Sebagai informasi banyak riset di dunia yang menemukan siswa banyak kehilangan waktu hingga materi belajar selama pandemi. Inilah yang menjadi PR bagi Kemendikbud.

Terakhir, ia menambahkan Kemendikbud perlu memetakan tindak lanjut dari kegiatan Asesmen Nasional. Artinya asesmen tidak bisa hanya dilakukan tanpa ada langkah lanjutan untuk memperbaiki pendidikan. Terlebih, asesmen akan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang diduga membuat berbagai capaian pendidikan terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Memakan Korban Jiwa, Pengamat Desak PJJ Harus Dievaluasi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diminta mengevaluasi beban tugas bagi siswa selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), untuk mencegah kasus-kasus yang tidak diinginkan, seperti depresi hingga bunuh diri. Pengamat pendidikan M. Ramli menegaskan kasus depresi hingga mengakibatkan bunuh diri banyak terjadi di Indonesia karena banyak siswa yang mengalami stres akibat beban tugas yang […]

Subscribe US Now