Catat! Ini Tipe Soal Dalam Ujian Asesmen Nasional

masukkampus

Nadiem Makarim selaku Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semakin gencar mensosialisasikan ujian asesmen nasional sebagai pengganti UN.

Asesmen nasional ini diperlukan untuk menilai efektivitas pembelajaran dan ketercapaian kurikulum pada satuan pendidikan.

Dengan demikian, asesmen nasional tidak dirancang untuk menghakimi sekolah, atau untuk melakukan pemeringkatan sekolah.

Kemudian, asesmen nasional, akan dilakukan dengan menggunakan tiga instrumen, yakni: 

1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Komponen AKM ini terdiri dari literasi membaca dan numerasi. 

2. Survei Karakter

Survei Karakter dikerjakan oleh murid untuk mendapatkan informasi hasil belajar sosial-emosional. 

Survei Karakter ini akan mengukur 6 (enam) aspek Profil Pelajar Pancasila, yaitu: 

a. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia 
b. berkebinekaan global 
c. bergotong royong 
d. mandiri 
e. bernalar kritis
f. kreatif 

3. Survei Lingkungan Belajar

Instrumen Survei Lingkungan Belajar dikerjakan oleh murid, guru dan kepala sekolah untuk mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar mengajar di sekolah. 

Survei Lingkungan Belajar mengumpulkan informasi tentang kualitas proses pembelajaran dan iklim yang menunjang pembelajaran. 

Sebagai salah satu instrumen asesmen nasional, AKM memiliki beragam bentuk soal. Berikut ini merupakan 5 bentuk soal untuk AKM. 

1. Pilihan ganda 

Murid hanya bisa memilih satu jawaban benar pada tiap soal. 

2. Pilihan ganda kompleks 

Murid dapat memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu soal. 

3. Menjodohkan 

Murid menjawab dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik lainnya yang merupakan pasangan pertanyaan dengan jawabannya. 

4. Isian singkat

Murid dapat menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama benda, tempat, atau jawaban pasti lainnya. 

5. Uraian 

Murid menjawab soal berupa kalimat-kalimat untuk menjelaskan jawabannya. Pengerjaan soal AKM akan dilaksanakan berbasis komputer yang bersifat adaptif. Maka dari itu, pertanyaan yang disajikan tergantung pada kemampuan murid. 
.
Jika murid dapat menjawab benar, maka selanjutnya dapat diberikan soal yang lebih kompleks. Sebaliknya, jika murid menjawab salah, maka soal berikutnya adalah soal yang lebih sederhana.
.
Selain itu, asesmen nasional ini juga mempunyai durasi waktu pelaksanaannya yang berbeda di setiap jejang.
.
Tes dan survei tersebut akan dikerjakan selama 2 hari dengan rincian sebagai berikut :
.
1. Jenjang SD/MI dan paket A/ULA 
.
Hari 1: Tes Literasi (75 menit) dan survei karakter (20 menit). 
.
Hari 2: Tes Numerasi (75 menit) dan survei lingkungan belajar (20 menit). 
.
2. Jenjang SMP/MTS dan paket B/WUSTHA serta jenjang SMA/SMK/MA dan Paket C ULYA 
.
Hari 1: Tes Literasi (90 menit) dan survei karakter (30 menit). 
.
Hari 2: Tes Numerasi (90 menit) dan survei lingkungan belajar (30 menit).
.
Dengan demikian, Nadiem berharap siswa dapat lebih mengerti mengenai konsep ujian asesmen nasional ini sebagai pengganti UN pada tahun 2021 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Nadiem : Masalah Krisis Pendidikan Jarang Dibahas Saat Pandemi

Dampak dari pandemi covid-19 untuk dunia pendidikan terhitung sangat banyak. Terlebih lagi masalah pendidikan jarang dibahas banyak kalangan saat pandemi Covid-19 ini. Padahal pendidikan merupakan salah satu indikator penting bagi negara untuk bisa lebih berkembang, selain ekonomi dan kesehatan yang menjadi persoalan utama. Nadiem Makarim mengaku, persoalan itu ditambah lagi […]

Subscribe US Now