Nadiem Frustasi, Krisis Pendidikan Di Indonesia Akibat Pandemi Covid-19 Jarang Dibahas

masukkampus


Pandemi Covid-19 melanda berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Akibat Pandemi Covid-19 berdampak di berbagai sektor, terutama perekonomian. Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menilai, masalah pendidikan jarang dibahas banyak kalangan saat Pandemi Covid-19 sekarang.
.
Padahal, menurut Nadiem Makarim, pendidikan menjadi salah satu indikator penting bagi negara agar bisa berkembang, selain faktor ekonomi dan kesehatan. Itu menjadikan Nadiem frustasi, karena risiko dari pendidikan itu permanen bagi generasi negeri ini.
.
Nadiem mengaku, persoalan itu ditambah lagi dengan kondisi Indonesia yang berbeda dengan negara lain. Karena Indonesia merupakan negara kepulauan, makanya harus dibarengi infrastruktur memadai, agar proses pendidikan bisa berjalan baik.
.
Maka dari itu, kata Nadiem, Indonesia mempunyai beban lebih berat dibanding negara lain, dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Lulusan SMK Bisa Dapat Gelar D2 Dengan Sekolah Lima Tahun

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan sinkronisasi pendidikan SMK dengan jenjang diploma 2 (D2)..Program ini memungkinkan siswa SMK bersekolah bahkan selama 5 tahun sehingga bisa mendapatkan gelar D2 setelah lulus..Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan, gagasan tersebut mempertimbangkan pola pendidikan vokasi di Jepang […]

Subscribe US Now