KPAI: Banyak Siswa Stress Belajar Online Hingga Putus Sekolah

masukkampus

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan banyak siswa mengalami tekanan secara psikologi hingga putus sekolah karena berbagai masalah yang muncul selama mengikuti belajar jarak jauh atau belajar online yang dilakukan selama pandemi COVID-19.
.
Ia mengatakan KPAI telah menerima sejumlah pengaduan yang menunjukkan bahwa guru dan sekolah tetap mengejar ketercapaian kurikulum meski di tengah kesulitan yang dialami masyarakat akibat dampak pandemi.
.
Padahal, Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020 menyebutkan bahwa selama belajar online guru tidak boleh mengejar ketercapaian kurikulum karena keterbatasan waktu, sarana, media pembelajaran dan lingkungan yang dapat menjadi kendala selama proses pembelajaran.
.
Namun, faktanya banyak guru tetap mengejar ketuntasan kurikulum dengan cara memberikan tugas terus menerus pada siswa mereka selama belajar online. Retno menduga akibat keegoisan sekolah untuk menuntaskan pencapaian kurikulum, banyak siswa merasa terbebani hingga mengalami tekanan secara psikologi, tidak naik kelas, bahkan sampai putus sekolah.
.
Ia memberikan contoh kasus anak yang sampai dirawat di rumah sakit karena beratnya penugasan selama pembelajaran jarak jauh. Kemudian, ada juga siswa tidak naik kelas karena tidak bisa mengikuti PJJ atau mengikuti ujian secara daring.
.
Ia mengatakan seorang siswa SMAN di salah satu sekolah di DKI Jakarta mengalami kelelahan dan stres saat mengerjakan tugas-tugas sekolah, terutama pada tugas mata pelajaran kimia. Siswa tersebut sudah berusaha menyelesaikan tugas-tugas berat yang waktu pengerjaannya pendek itu, tetapi karena kelelahan, siswa tersebut jatuh sakit hingga harus dilarikan ke IGD salah satu rumah sakit.
.
Ada juga siswa SMA Negeri di Nganjuk, Jawa Timur dilaporkan tidak naik kelas karena tidak bisa mengikuti ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara daring. Siswa tersebut tidak bisa ikut ujian karena komputer jinjing milik siswa kelas X tersebut rusak. Nilai akhir siswa tersebut di dalam rapor tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Informasi Jalur Mandiri UNHAS, Bayar Dana Pengembangan Bisa Dicicil

Universitas Hasanuddin (Unhas), membuka jalur mandiri atau non subsidi untuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2020 ini.Pendaftaran rencananya mulai dibuka 25 Juli hingga 25 Agustus 2020 mendatang..Dari data yang dirilis Unhas melalui website resminya, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester yang tertinggi yakni Program Studi Pendidikan Dokter sebesar Rp 20 […]

Subscribe US Now