Geger Persyaratan SM ITB Harus Ada Saldo 100Jt DI Rekening Orang Tua

masukkampus


Jalur Seleksi Mandiri (SM) Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah menjadi sorotan di media sosial terutama di akun twitter @ Mudirans. Biaya uang masuk ditambah adanya lampiran bukti saldo rekening wali atau orang tua calon mahasiswa disebut harus memiliki saldo di rekening bank minimal Rp100 juta.
.
Dilihat dari website resmi ITB, terkait proses penerimaan mahasiswa baru jalur seleksi mandiri (SM), dalam laman itb.ac.id tertulis bahwa seluruh peserta Seleksi Mandiri ITB (SM-ITB) 2020 yang dinyatakan lulus di salah satu Fakultas/Sekolah/Program Studi di ITB, selain harus melunasi Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) atau Uang Kuliah Tunggal (UKT), diwajibkan melunasi iuran Pengembangan Institusi.
.
Besaran Iuran Pengembangan Institusi tersebut minimum sebesar 2 kali UKT5 Jalur SNMPTN yang berlaku di Fakultas/Sekolah/Program Studi yang menerima peserta yang bersangkutan.
.
Dengan rincian, Fakultas/Sekolah selain SBM minimum Rp 25.000.000. Sementara Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) minimum Rp 40.000.000. Pelunasan Iuran Pengembangan Institusi tersebut dilakukan hanya satu kali, pada saat pelaksanaan Pendaftaran Mahasiswa Baru ITB 2020.
.
Setiap calon mahasiswa yang dinyatakan lulus Seleksi Mandiri ITB (SM-ITB) 2020 diwajibkan untuk menandatangani dan mengunggah Surat Pernyataan Kemampuan Pembayaran BPP/UKT Selama Masa Studi.
.
Format surat tersebut akan disampaikan bersamaan dengan pengumuman hasil Seleksi Mandiri ITB (SM-ITB) 2020.
.
Tetapi, persyaratan harus mencantumkan rekening dengan minimum 100 juta sudah tidak ada, diganti dengan hanya menandatangani kesanggupan membayar saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

FSGI Akan Surati Nadiem Makarim Dan Jokowi Terkait 'Merdeka Belajar'

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) bakal menyurati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait polemik didaftarkannya program Merdeka Belajar sebagai merek dagang. Pihak FSGI menyebut, sebagai program pemerintah, Merdeka Belajar seharusnya tidak menjadi merek dagang sebuah perusahaan swasta..Begitu juga sebaliknya, FSGI merekomendasikan agar baiknya […]

Subscribe US Now