Mahasiswa UNS Tetap KKN Di Tengah Pandemi Covid-19

masukkampus

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo tetap menjalankan kuliah kerja nyata atau KKN di tengah pandemi Covid-19. Namun metode KKN tersebut berbeda dibanding biasanya.
.
Pada KKN-KKN sebelumnya, mahasiswa berkelompok melaksanakan kiprahnya di tempat-tempat yang menjadi tujuan. Namun pada situasi pandemi corona ini, kampus meminta mereka menjadi pejuang bagi lingkungan tempat tinggal masing-masing.
.
Kampus menyebutnya KKN Covid-19. Kepala Unit Pelaksana (UP) KKN LPPM UNS Solo Sudibya mengatakan pandemi Covid-19 belum diketahui sampai kapan akan berakhir.
.
Supaya tidak menghambat studi mahasiswa, UNS Solo memutuskan untuk tetap melaksanakan KKN pada periode ini dalam bentuk KKN Covid-19. Metode yang digunakan kali ini adalah mahasiswa melaksanakan program di tempat tinggal masing-masing secara mandiri dan tidak berkelompok. Programnya disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
.
Dia memaparkan pada tahap pertama ini mahasiswa yang telah mendaftar dan terverifikasi untuk mengikuti KKN Covid-19 berjumlah 980 orang dari 11 fakultas di UNS. Daerah sebaran pelaksanaan KKN Covid-19 ada di 23 provinsi di Indonesia. Sementara itu, pendaftar KKN Covid-19 tahap kedua per tanggal 30 April sebanyak 1.571 mahasiswa.
.
Perinciannya delapan provinsi di Pulau Jawa yang diikuti 942 mahasiswa dan 15 provinsi di luar Pulau Jawa diikuti 38 mahasiswa. Pelaksanaan tahap pertama KKN Covid-19 mahasiswa UNS Solo ini akan didampingi 49 dosen pembimbing lapangan.
.
Sementara itu, Rektor UNS Solo Jamal Wiwoho saat pengarahan dan pelepasan secara daring peserta KKN Covid-19 pekan lalu mengatakan peserta harus menjadi pahlawan bagi daerahnya dalam penanggulangan wabah corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Surat Terbuka Dari Papua KPAI Desak Pemerintah Memperbaiki Kesenjangan Pendidikan

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kembali mendesak agar pemerintah pusat dan daerah memperbaiki kesenjangan pendidikan terkait surat terbuka dari guru honorer di Papua, Maruntung Sihombing, kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim..KPAI menilai catatan 54 persen siswa di Papua tidak bisa melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menunjukkan kesenjangan pendidikan di […]

Subscribe US Now