Ikatan Guru Indonesia Tolak Pemotongan Tunjangan Guru Hingga Rp 3,3 Triliun

masukkampus

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyatakan keberatan dan memprotes langkah pemerintah yang memotong tunjangan guru hingga Rp 3,3 triliun melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020, tentang Perubahan Postur dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020.
.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim mengungkapkan, daripada memotong anggaran untuk guru, lebih baik mengalihkan dana Kemdikbud untuk peningkatan kompetensi Guru.
.
Lanjutnya, anggaran Kemdikbud yang lebih dari Rp 70,7 triliun tidak banyak berubah. Karena itu kami berharap Kemdikbud memiliki rasa empati yang tinggi terhadap guru-guru kita yang mengalami dampak dari pandemi covid 19 ini, jangan sampai ada yang berkurang pendapatannya.
.
Menurutnya, para guru harus dijaga pendapatannya. Sebab, dalam situasi pandemi covid-19, para guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar (kbm) yang dilakukan dari rumah, dapat berjalan efektif.
.
Bahkan kami menemukan guru-guru yang dengan penuh kerelaan membeli kuota data atau pulsa untuk anak didik mereka meskipun sekarang Permendikbud membolehkan dana BOS untuk kuota data baik untuk guru dan siswa, namun rasa empati guru terhadap anak didiknya tidak akan hilang begitu saja, apalagi jika melihat keluarga anak didiknya dalam kesulitan, ujar Ramli.
.
Sementara itu, Ramli mengatakan bahwa anggaran yang tidak bermanfaat di Kemendikbud dapat dialokasikan untuk penanganan covid-19, daripada harus memangkas tunjangan guru.
.
Bukan tanpa sebab, Ramli menilai, selama ini dana yang ada Kemendikbud untuk peningkatan kompetensi Guru tak membuahkan hasil. Kompetensi Guru tak beranjak membaik. Sehingga, seharusnya dana itu saja yng dialihkan untuk penanganan covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Dana BOS Dipotong Guru Honorer Kena Imbasnya

Jakarta-Illiza Sa’adudin Djamal, Anggota DPR RI F-PPP, mengaku mendapatkan laporan bahwa telah terjadi pemotongan pada anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kami menyayangkan anggaran BOS ini dipotong, walaupun dengan alasan adanya pademi Covid-19, karena seharusnya pemerintah memotong anggaran lain, bukan BOS..Menurut Djamal, pemotongan anggaran BOS akan berpengaruh kepada pendapatan guru honorer, […]

Subscribe US Now