Menurut Survei 70,59% Siswa Merasa Lebih Lelah Dengan Konsep Belajar Di Rumah

masukkampus

Semenjak wabah COVID-19 menyebar, pemerintah menutup sekolah dan kampus. Aktivitas pembelajaran diganti dengan belajar #DiRumahAja. Sudah lebih dari dua minggu pelajar dan mahasiswa menjalani proses tersebut. Berdasarkan hasil survei, 70,59% remaja merasa belajar #DiRumahAja lebih melelahkan daripada belajar tatap muka.
.
Survei tersebut dilakukan oleh Sobatmu.com yang dikelola dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Survei ini dilakukan terhadap pelajar dan mahasiswa yang berumur 15 hingga 22 tahun dari seluruh Indonesia melalui Instagram Promotion.
.
Salah satu hasil survei tersebut menunjukkan, 70,59 persen remaja merasa lebih melelahkan belajar #DiRumahAja daripada belajar tatap muka. Hanya 17,65 persen remaja yang merasa senang dengan aktivitas ini. Sementara, 11,76 persen merasa tak ada bedanya.
.
Managing Director Sobatmu, Ira Mirawati mengatakan, belajar dari rumah yang dilaksanakan selama dua minggu ini merupakan kasus tanggap darurat. Yang memang tidak direncanakan dari awal. Sekolah atau kampus yang selama ini belum memiliki rancangan belajar online yang matang membuat pembelajaran hanya direncanakan dalam waktu singkat.
.
Sementara itu, Ira menambahkan, selama dua minggu tinggal di rumah, kebosanan mulai dirasakan oleh pelajar dan mahasiswa. Sebanyak 39,21 persen sudah merasa kurang nyaman, 37,25 persen merasa biasa aja, dan terdapat 23,52% merasa tetap nyaman.
.
Selain itu, kata Ira, mereka merasa tidak nyaman juga karena tidak dapat bertemu teman-teman dan juga karena keterbatasan kuota dalam mengakses pembelajaran online. .
Ira menegaskan meskipun teknologi berbasis internet telah mampu menghadirkan komunikasi semirip mungkin dengan dunia nyata, tetap saja komunikasi tatap muka adalah yang utama. Hal ini tercermin dari jawaban para remaja yang rindu dengan suasana normal di mana mereka bisa berkumpul bersama teman-temannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pertama Di Indonesia ITB Terbitkan Ijazah Digital

Institut Teknologi Bandung mulai menerapkan kebijakan penggunaan ijazah digital dengan tanda tangan elektronik bersertifikat (digital signature).. Kebijakan tersebut akan diterapkan bagi lulusan ITB yang akan diwisuda pada Wisuda Kedua Tahun Akademik 2019/2020 yang pelaksanaannya ditiadakan karena pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia..Seiring dengan revolusi industri 4.0 dan peluang-peluang transformasi […]

Subscribe US Now