Heboh Mahasiswa UNPAD Dijemput Petugas Pakai APD Lengkap Di Cafe

masukkampus

Sebuah video soal mahasiswa Unpad dijemput petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) lengkap dan ambulans beredar. Kabarnya, mahasiswa itu dijemput karena isu virus corona.
.
Terkait heboh video itu, pihak Unpad memberi penjelasan. Pada Senin (30/3), Kepala Kantor Komunikasi Publik Universitas Padjadjaran Dandi Supriadi menyampaikan bahwa mahasiswa itu memang dijemput petugas medis.
.
Menurutnya mahasiswa tersebut sebetulnya dijemput oleh Satgas dan Klinik Unpad dari sebuah cafe di Jatinangor untuk dibawa menuju fasilitas kesehatan sebagai respons cepat Unpad atas keluhan sakit mahasiswa yang bersangkutan.
.
Usai dilakukan pemeriksaan dan diberikan pengobatan, kondisinya sudah lebih baik sehingga ia diperkenankan keluar rumah sakit esok harinya. Namun, untuk tindakan kewaspadaan, ia sementara dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).
.
Dandi menjelaskan, Unpad memfasilitasi isolasi mandiri mahasiswa tersebut sampai beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat yang telah mendengar berbagai kabar tentang status kesehatan mahasiswa yang bersangkutan dari berbagai sumber, diharap tenang.
.
Karena kondisi sebenarnya tidak mengkhawatirkan. Unpad akan bekerjasama dengan segenap pihak untuk memastikan keamanan kampus dan sekitarnya.
.
Tutupnya, Unpad melalui Satgas COVID-19 bersama Pusat Riset Kebencanaan mendukung kebutuhan 269 mahasiswa yang masih tinggal di asrama dan saat ini semua dalam keadaan sehat. Unpad juga berkomitmen memfasilitasi beberapa mahasiswa dengan kondisi tertentu lainnya untuk ditampung di asrama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pakar UNAIR: Alat Rapid Tes Covid-19 Di Indonesi Keliru

Pemerintah Indonesia telah mendatangkan alat rapid test covid-19 dari Tiongkok untuk melakukan pemeriksaan virus korona atau coronavirus disease (covid-19). Namun menurut pakar dari Universitas Airlangga (Unair), alat yang didatangkan pemerintah tersebut ternyata memiliki fungsi yang kurang sesuai dengan kebutuhan di Indonesia..Menurut Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin di Professor […]

Subscribe US Now