Menyambut Kebijakan Kampus Merdeka, USU Akan Buka Prodi Kelapa Sawit

masukkampus

Menyambut baik 4 kebijakan “kampus merdeka” yang digulirkan Mendikbud Nadiem Makarim, Universitas Sumatra Utara (USU) akan membuka program studi (prodi) baru, yakni prodi khusus di bidang kelapa sawit.
.
Rektor USU Runtung Sitepu menegaskan hal tersebut menindaklanjuti hasil pertemuan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan para Rektor PTN/PTS seluruh Indonesia, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, belum lama ini.
.
Empat kebijakan yang dinamai “kampus merdeka” dan merupakan lanjutan dari program “merdeka belajar” itu terdiri dari, kemudahan untuk membuka program studi baru, perubahan sistem akreditasi perguruan tinggi, kemudahan untuk mendapatkan status perguruan tinggi negeri badan hukum dan hak belajar tiga semester di luar program studi.
.
Khusus poin kebijakan “kampus merdeka” yang pertama, Rektor USU menyatakan, bahwa sebagai perguruan tinggi berstatus PTN BH, USU telah memiliki kewenangan untuk segera melaksanakan kebijakan tersebut. Tentunya untuk membuka program studi yang baru di USU, pihaknya terlebih dahulu mempertimbangkan dengan cermat kebutuhan pasar dan masyarakat terhadap prodi yang akan dibuka.
.
Runtung memaparkan, prodi baru yang rencananya akan dibuka di USU adalah prodi kelapa sawit, dengan mempertimbangkan faktor historis keberadaan Provinsi Sumatera Utara sebagai daerah yang pertama kali mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Pulau Sumatra.
.
Ujarnya, secepatnya USU akan menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha yang telah menjalin kerjasama dengan USU melalui penandatanganan MoU. Antara lain Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Tujuh Fakultas Di Universitas Indonesia Buka Kelas Internasional

UI telah menetapkan sasaran sejumlah 2% mahasiswa internasional. Bahasa Inggris, secara bertahap, akan digunakan dalam kuliah-kuliah di seluruh universitas sehingga di akhir masa Rencana Strategis, jumlah kelas yang menggunakan bahasa Inggris akan mencapai 20%. Beberapa program yang mendukung pencapaian sasaran ini adalah pertukaran mahasiswa, program double degree, program sandwich, dan […]

Subscribe US Now