Kuota Berprestasi Naik 2x Lipat, Nadiem Longgarkan Sistem Zonasi Lebih Fleksibel

masukkampus

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, bakal melonggarkan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru. Komposisi kuota diubah sehingga siswa berprestasi bisa memilih sekolah favorit.
.
Sistem zonasi sebelumnya membagi jatah-jatah kuota penerimaan siswa baru, yakni 80% kuota suatu sekolah diberikan untuk anak-anak yang bermukim di kawasan zonasi sekolah, 15% kuota untuk siswa yang berprestasi, dan 5% kuota untuk siswa perpindahan. Komposisi kuota ini akan diubah Nadiem supaya lebih longgar, khususnya untuk anak berprestasi yang memfavoritkan sekolah tertentu.
.
Kuota untuk siswa yang berada dalam zonasi sekolah bakal dikecilkan. Bila sebelumnya kebijakan zonasi mengalokasikan 80% untuk siswa sekitar zona sekolah, kini Nadiem menurunkan jatah itu menjadi 50%. Kuota untuk jalur afirmasi untuk pemegang Kartu Indonesia Pintar tidak diubah Nadiem alias tetap 15%. Kuota untuk jalur perpindahan domisili orang tua juga tetap 5%.
.
Begini kuota sistem zonasi sekolah ala Nadiem:
50% untuk jalur zonasi
30% untuk jalur prestasi
15% untuk jalur afirmasi
5% untuk jalur perpindahan domisili orang tua.
.
Kebijakan zonasi dilandasi oleh semangat pemerataan pendidikan. Namun, menurut Nadiem, pemerataan tidak cukup dengan cara zonasi, tapi juga harus diimbangi pemerataan kualitas guru-guru. Kebijakan zonasi juga dilandasi semangat menghapus favoritisme sekolah. Namun kini, Nadiem ingin anak-anak berprestasi bebas menentukan sekolah idamannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Alasan Mendikbud Menghapus Ujian Nasional Banyak Siswa Yang Stres

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan alasan yang melatarbelakangi rencana penghapusan ujian nasional (UN)..Keinginan Nadiem untuk penghapusan ujian nasional dilakukan agar menghindari dampak negatif dari UN tersebut. Banyak sekali aspirasi dari masyarakat, guru, murid, bahkan orang tua yang sebenarnya bukan ingin menghapus UN, namun menghindari hal yang negatif dari […]

Subscribe US Now