Fachruddin Usia 19 Tahun Departemen Teknik Elektro Menjadi Lulusan Termuda ITS

masukkampus

Mahasiswa muda dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bernama Fachruddin Ari Setiawan yang akan diwisuda menjadi sarjana pada usia yang baru mencapai 19 tahun 8 bulan, Sabtu, 14 September 2019.
.
Pada usia 19 tahun, usia umumnya para mahasiswa baru menapaki jenjang perkuliahan, Fachruddindikukuhkan sebagai sarjana dalam wisuda ke-120 ITS.
.
Tak banyak yang mengetahui, kecuali hanya teman-teman seangkatannya dan Unit Kegiatan Mahasiswa Tari dan Karawitan (UKTK) yang diikutinya. Wajah dewasanya memang tidak menggambarkan jika usianya masih semuda itu.
.
Kisah Fachruddin yang biasa disapa Ari ini bermula ketika ia memasuki Sekolah Dasar (SD) di usia yang cukup dini, yakni 4 tahun. Kala itu, batasan umur bagi siswa SD memang tidak terlalu ketat, terlebih bagi Ari yang tinggal di desa bersama neneknya. Tanpa melalui pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) terlebih dahulu, Ari bersekolah di bawah penjagaan neneknya yang juga mengajar di sana.
.
Masa pendidikannya selama di ITS dihabiskan dalam kurun waktu normal, yakni empat tahun. Selama itu, beberapa kegiatan di sejumlah tempat sempat ia lakoni, seperti di UKTK dan juga Laboratorium Sistem dan Sibernetika Departemen Teknik Elektro.
.
Di UKTK, ia pernah menjajal posisi staf, staf ahli, ketua pelaksana pelatihan, komisi disiplin, atau hanya sekadar menjadi seorang pengajar bagi para juniornya.
.
Sedangkan di laboratorium, Ari pernah ikut sebuah proyek milik sebuah perusahaan yang bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan RI yang membuat sebuah kapal tanpa awak dengan tiga lambung.
.
Usai menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan meraih IPK 3,57, Ari pun langsung melanjutkannya ke jenjang Master (S-2) di ITS dengan beasiswa Fresh Graduate. Hal ini sejalan dengan harapannya di masa depan untuk bisa menjadi seorang dosen dengan segala ilmu yang ia miliki.
.
Sebagai seorang mahasiswa ITS, Ari mengingatkan juniornya agar selalu merasa bangga dan tidak boleh minder. Terutama bagi para mahasiswa muda, ia juga menasehati agar mereka tetap merasa bangga menjadi sosok istimewa, sebab tak semua orang bisa meraihnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Tingkat Kesehatan Rendah Banten Buka Prodi Kedokteran Penuhi Tenaga Dokter Mandiri

Provinsi Banten sangat membutuhan program pendidikan (prodi) kedokteran karena di provinsi ini tingkat kesehatan masih sangat rendah. Padahal jarak Banten dekat dengan Ibu Kota Jakarta..Pendidikan kedokteran di provinsi ini sendiri sudah dirintis lama oleh tokoh masyarakat. Pengusulan program studi kedokteran di Untirta telah melewati berbagai proses sejak 2015. Pelaksanaan pembelajaran […]

Subscribe US Now