Nastiti, 26 Tahun Doktor Termuda UNAIR Raih IPK 4,00

masukkampus

Nastiti Intan Permata Sari akan jadi doktor termuda di usia 26 tahun. Nastiti berhasil menyelesaikan program doktor bidang Ilmu Kedokteran dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Gelar yang disandang Nastiti menjadi Dr. Nastiti Intan Permata Sari, S.Si, M.Ked.Trop (Magister Kedokteran Tropis).
.
Nastiti melanjutkan program S2 dan S3 melalui jalur beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang diberikan Kemenristekdikti dalam waktu 4 tahun.
.
Sejak menempuh pendidikan S2 Ilmu Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Unair, Nastiti sudah membuat rencana penelitian tentang penyakit tuberkulosis atau TB. Kata Nastiti, Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah pasien TB terbanyak ketiga di dunia.
.
Melalui disertasinya, ia mengambil sampel di tiga sentral, di Jawa Timur data diambil di RSUD Dr Soetomo dan Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Surabaya, di Jawa Tengah bekerjasama dengan RSU Karyadi dan BLK Semarang, di Jabar bekerja sama dengan RSCM FKUI.
.
Mycobacterium Beijing strains dianggap sebagai penyebab terjadinya resistensi obat di kalangan pasien TB. Apabila bakteri TB semakin kebal dengan empat jenis obat yang direkomendasikan yaitu rifampicin, isoniazid, pyrazinamide, dan ethambutol, maka pengobatan untuk TB resisten akan berlangsung lebih lama dan memerlukan obat yang lebih mahal.
.
Efek obat TB rata-rata bikin mual, pusing, dan muntah, karena itu perlu untuk mengetahui secara akurat strains bakteri yang menyebabkan TB. Setelah diketahui sifat dari strains bakterinya baru bisa ditentukan jenis obatnya. Bukan tidak mungkin koloni bakteri ini bermutasi dan punya sifat-sifat baru yang akhirnya kebal terhadap obat.
.
Dalam penelitian tuberkulosis ini, Nastiti dibimbing langsung oleh profesor ternama dari Unair, UGM, Kyoto University Jepang, serta NARA Institute Science and Technology Jepang. Di antaranya ada Prof Dr Ni Made Mertaniasih, dr., MS., Sp.MK (K), spesialis mikrobiologi klinik Unair dan Dr Soedarsono dr., Sp.P (K) dari Unair. Sedangkan dari UGM ada Prof. Dr. Wayan T. Artama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

250 Triliun Untuk Beasiswa LPDP Dikaji Ulang Pemerintah

Anggaran program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berpotensi meningkat seiring prioritas penggunaan dana abadi. Untuk itu, pemerintah mengkaji ulang program. Kaji ulang salah satunya akan dilakukan terhadap distribusi dan alokasi pemberian beasiswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan kajian itu dilakukan guna menyesuaikan dengan kenaikan dana abadi..Pemerintah […]

Subscribe US Now