250 Triliun Untuk Beasiswa LPDP Dikaji Ulang Pemerintah

masukkampus

Anggaran program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berpotensi meningkat seiring prioritas penggunaan dana abadi. Untuk itu, pemerintah mengkaji ulang program. Kaji ulang salah satunya akan dilakukan terhadap distribusi dan alokasi pemberian beasiswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan kajian itu dilakukan guna menyesuaikan dengan kenaikan dana abadi.
.
Pemerintah menargetkan nilai pengelolaan empat dana abadi prioritas dalam lima tahun ke depan tembus Rp250 triliun. Empat dana abadi yang dimaksud antara lain, pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan perguruan tinggi. Untuk dana abadi pendidikan ditargetkan mencapai Rp100 triliun. Sedangkan sisanya dana abadi penelitian, kebudayaan, dan perguruan tinggi masing-masing minimal sebesar Rp50 triliun hingga 2024 mendatang.
.
Meski tak secara gamblang membeberkan poin kajian, ia bilang beasiswa LPDP ke depan akan diarahkan sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun ini, yakni pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Visi inipun diarahkan termasuk Vokasi. Tetapi ini masih belum diputuskan dan masih arahan dari menteri.
.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan kajian akan dilakukan oleh tim teknis. Targetnya, pekan depan tim akan melaporkan hasil kajian awal kepada Dewan Penyantun LPDP yang terdiri dari Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan & Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
.
Untuk diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp505,8 triliun untuk sektor pendidikan pada 2020 dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Anggaran tersebut meningkat 29,6 persen dibandingkan realisasi anggaran pendidikan pada 2015 lalu yang hanya sekitar Rp390,3 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

ITB Mengatakan Perguruan Tinggi Sulit Mencetak Pengusaha

Perguruan Tinggi dituntut untuk mengembangkan kegiatannya berbasis kewirausahaan. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kadarsah Suryadi menyebutkan perkembangan industri saat ini kian menuntut pada pengembangan perguruan tinggi berbasis kewirausahaan (entrepreneur university)..Kampus dituntut bisa menghasilkan lulusan yang berperan sebagai inovator dalam menciptakan lapangan kerja, bukan lagi sebatas kalangan profesional ataupun peneliti agat […]

Subscribe US Now