Lulusan UPI Dibutuhkan untuk Masa Depan Negara Jepang

masukkampus

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan kerja sama dengan Indonesian Japan Business Forum (IJBF) dan International Foundation Educational and Cultural Exchange (IFECE). Melalui kerja sama ini, terdapat program Nursing Care Intenship yang mana mahasiswa Program Studi Diploma-III Keperawatan UPI Kampus Sumedang bisa mengikuti internship atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama 1 tahun di rumah sakit-rumah sakit Jepang dan di beberapa fasilitas perawatan seperti Panti Jompo serta berhak memperoleh gaji dari tempat PKL.
.
Program ini didukung oleh Pemerintah Jepang, Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri, Lembaga Ekonomi Asia Timur juga ANA, dan beberapa Asosiasi Haiku lainnya. Peran IFECE adalah memberikan peluang dan kesempatan untuk belajar bahasa Jepang karena Imigrasi Jepang mensyaratkan kepada para mahasiswa untuk mengikuti ujian, yaitu ujian Nihongo 4 (N4). Setelah lulus ujian N4, IFECE kemudian memproses visa untuk PKL dengan durasi 1 tahun di Jepang.
.
Melalui kegiatan Nursing Care Internship Joint Seminar, Penasihat IFECE Okouchi Hiroshi menyampaikan UPI itu bagaikan The Imperial Universities in Japan. UPI memiliki sejarah panjang dalam kolaborasi dengan pemerintah Jepang dalam mempelajari bahasa Jepang (Nihongo). Banyak lulusan UPI yang berkontribusi untuk Jepang dan dalam hubungan bisnis Jepang. UPI merupakan universitas yang sangat familiar bagi masyarakat Jepang, Jadi pihaknya memilih UPI karena memiliki profil yang sangat tinggi.
.
Diungkapkannya bahwa Jepang mengalami kekurangan populasi, dari tahun ke tahun mereka kehilangan generasi tua dan dalam waktu bersamaan, generasi muda pun ikut berkurang. Piramida penduduknya seperti segitiga terbalik, sementara Indonesia bertolak belakang dengan Jepang. Berdasarkan hal tersebut, mereka berkolaborasi antar pemerintah untuk saling menyediakan lapangan kerja dan sumber daya manusia. UPI adalah model yang sangat baik. Bagaimanapun, mahasiswa UPI harus bisa datang ke Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kuota SBMPTN Hanya 40% 552.614 Peserta Dipastikan Gagal

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah memberikan informasi progress pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) secara nasional dengan total jumlah peserta sebanyak 714.652. Informasi ini dikeluarkan setelah pendaftaran SBMPTN resmi ditutup pada tanggal 24 Juni 2019 pukul 22.00 WIB. . Jika dibandingkan dengan jumlah pendaftar SBMPTN tahun […]

Subscribe US Now